Cara Membuat Taxonomy Kustom di WordPress (Panduan Lengkap)

WordPress, Elrolumnews — Anda sudah membuat Custom Post Type untuk portofolio atau produk. Tapi bagaimana cara mengelompokkannya? Kategori dan tag bawaan WordPress hanya untuk Posts biasa—tidak otomatis muncul di CPT Anda .

Artikel ini cocok untuk: Anda yang sudah familiar dengan WordPress dan ingin naik level dengan Taxonomy Kustom—untuk mengelompokkan konten di Custom Post Type dengan cara yang lebih terstruktur.

Taxonomy adalah sistem klasifikasi untuk mengelompokkan konten. WordPress punya dua taxonomy bawaan: Categories (hierarkis) dan Tags (non-hierarkis) . Untuk CPT, Anda perlu membuat taxonomy sendiri—misalnya “Genre” untuk CPT “Film”, atau “Brand” untuk CPT “Produk” .

Di artikel ini, kita akan bahas dari nol: apa itu taxonomy kustom, kapan menggunakannya, dan dua cara membuatnya—via plugin (untuk yang tidak suka coding) dan manual (untuk kontrol penuh).

Apa Itu Taxonomy Kustom?

Taxonomy adalah cara WordPress mengelompokkan konten. Kata ini berasal dari biologi—ilmu tentang klasifikasi makhluk hidup. Di WordPress, ia berarti sistem klasifikasi untuk konten .

Taxonomy Bawaan vs Kustom

AspekCategoriesTagsTaxonomy Kustom
HierarkiYa (parent-child)TidakTergantung konfigurasi 
Cocok untukKlasifikasi umumLabel cepatKlasifikasi spesifik
Contoh“Teknologi > AI”“tips”, “review”“Genre” untuk Film, “Brand” untuk Produk

Contoh Penggunaan Taxonomy Kustom

CPTTaxonomy KustomContoh Terms
FilmGenreAction, Comedy, Drama 
ProdukBrandApple, Samsung, Xiaomi 
ResepBahanAyam, Tahu, Tempe 
BukuPenulisTere Liye, Andrea Hirata

💡 Tips Pro: Taxonomy kustom bisa dibagi ke beberapa CPT. Misalnya, taxonomy “Location” untuk CPT “Events” dan “Team Members” .

Metode 1: Membuat Taxonomy Kustom dengan Plugin (Tanpa Coding)

Ini metode termudah. Kita akan menggunakan Custom Post Type UI (CPTUI)—plugin gratis paling populer .

Langkah 1: Install Plugin CPTUI

  1. Masuk ke Plugins > Add New

  2. Cari “Custom Post Type UI”

  3. Klik Install Now, lalu Activate

  4. Menu CPT UI muncul di sidebar 

Langkah 2: Buat Taxonomy Baru

  1. Klik CPTUI > Add/Edit Taxonomies

  2. Isi Taxonomy Slug — identifier unik (contoh: genre

  3. Isi Plural Label — nama jamak (contoh: Genres)

  4. Isi Singular Label — nama tunggal (contoh: Genre)

Langkah 3: Atur Hierarki

SettingKapan Digunakan
Hierarchical: TrueSeperti Categories—bisa parent-child (contoh: “Action > Superhero”) 
Hierarchical: FalseSeperti Tags—tanpa hierarki (contoh: “Apple”, “Samsung”) 

Langkah 4: Attach ke Post Type

  1. Scroll ke Attach to Post Type

  2. Centang CPT yang ingin menggunakan taxonomy ini (contoh: “Movies”)

  3. Bisa centang beberapa CPT sekaligus 

Langkah 5: Atur Slug URL

Di bagian Rewrite, atur slug URL:

  • Custom Rewrite Slug: genre

  • With Front: False (agar tidak ditambah /blog/)

Langkah 6: Simpan dan Mulai Gunakan

  1. Klik Add Taxonomy

  2. Buka Settings > Permalinks, klik Save Changes

  3. Buka CPT Anda—taxonomy baru muncul di sidebar editor 

💡 Tips Pro: Gunakan ACF (Advanced Custom Fields) untuk menambahkan field kustom ke term taxonomy—misalnya gambar, warna, atau metadata lain .

Metode 2: Membuat Taxonomy Kustom dengan Coding (Manual)

Jika Anda ingin kontrol penuh dan tidak bergantung plugin, buat taxonomy manual dengan register_taxonomy() .

Langkah 1: Buka functions.php

  1. Masuk ke Appearance > Theme File Editor

  2. Buka functions.php (gunakan child theme)

  3. Backup dulu sebelum mengedit

Langkah 2: Tambahkan Kode Register

php
function elrolum_register_genre_taxonomy() {
    $labels = array(
        'name'              => 'Genres',
        'singular_name'     => 'Genre',
        'search_items'      => 'Search Genres',
        'all_items'         => 'All Genres',
        'parent_item'       => 'Parent Genre',
        'edit_item'         => 'Edit Genre',
        'update_item'       => 'Update Genre',
        'add_new_item'      => 'Add New Genre',
        'new_item_name'     => 'New Genre Name',
        'menu_name'         => 'Genre',
    );

    $args = array(
        'hierarchical'      => true, // true = seperti Categories, false = seperti Tags [citation:3]
        'labels'            => $labels,
        'show_ui'           => true,
        'show_admin_column' => true,
        'query_var'         => true,
        'rewrite'           => array( 'slug' => 'genre' ),
        'show_in_rest'      => true, // Untuk Gutenberg & REST API [citation:3]
    );

    register_taxonomy( 'genre', array( 'movies' ), $args );
}
add_action( 'init', 'elrolum_register_genre_taxonomy' );

Langkah 3: Pahami Setiap Argumen

ArgumenFungsi
hierarchicaltrue = seperti Categories, false = seperti Tags 
labelsNama yang muncul di admin 
show_uiTampilkan di admin
show_admin_columnTampilkan kolom di daftar CPT 
rewriteSlug URL
show_in_restUntuk Gutenberg & REST API 

Langkah 4: Flush Permalinks

  1. Buka Settings > Permalinks

  2. Klik Save Changes

⚠️ Peringatan: Jika mengedit functions.php tema induk, perubahan hilang saat update. Gunakan child theme .

Langkah 3: Menampilkan Taxonomy di Frontend

Setelah taxonomy dibuat, Anda perlu menampilkannya di website.

Cara Menampilkan Terms

php
$terms = get_the_terms( get_the_ID(), 'genre' );
if ( $terms && ! is_wp_error( $terms ) ) {
    echo '<div class="movie-genres">';
    echo '<span>Genre: </span>';
    foreach ( $terms as $term ) {
        echo '<a href="' . get_term_link( $term ) . '">' . $term->name . '</a>';
    }
    echo '</div>';
}

Template Taxonomy

WordPress punya hierarki template untuk taxonomy:

  • taxonomy-{taxonomy}.php — untuk taxonomy spesifik (contoh: taxonomy-genre.php)

  • taxonomy.php — untuk semua taxonomy

  • archive.php — fallback

Copy file dari tema induk ke child theme, lalu kustomisasi.

Tips Lanjutan untuk Level Expert

1. Integrasi dengan ACF

Tambahkan field kustom ke term taxonomy—misalnya gambar genre, warna brand, atau metadata lain .

2. Multiple Taxonomies untuk Satu CPT

Satu CPT bisa punya beberapa taxonomy. Misalnya, CPT “Produk” bisa punya:

  • Brand

  • Size

  • Color

  • Material 

3. Taxonomy untuk Filter

Gunakan taxonomy kustom untuk membuat filter di halaman arsip—memudahkan pengunjung menemukan konten .

Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya

KesalahanAkibatSolusi
Lupa flush permalinksTaxonomy 404Settings > Permalinks > Save 
Slug sama dengan taxonomy lainKonflikGunakan slug unik
Edit tema indukHilang saat updateGunakan child theme
Tidak set show_in_restTidak bisa pakai GutenbergSet ke true 
Tidak backupError tidak bisa dipulihkanBackup sebelum edit

Taxonomy kustom adalah cara WordPress untuk mengelompokkan konten dengan struktur yang sesuai kebutuhan Anda. Kuncinya:

  1. Pahami kapan butuh — saat Categories/Tags bawaan tidak cocok untuk CPT

  2. Pilih metode — plugin (CPTUI) atau coding (register_taxonomy)

  3. Tentukan hierarki — hierarchical (seperti Categories) atau non-hierarchical (seperti Tags)

  4. Attach ke CPT — satu taxonomy bisa untuk beberapa CPT

  5. Flush permalinks — agar URL taxonomy berfungsi

  6. Tampilkan di frontend — gunakan get_the_terms() dan template

  7. Tambahkan field kustom — dengan ACF untuk term metadata

Dengan taxonomy kustom, Anda bisa membuat struktur konten yang rapi, logis, dan mudah dinavigasi—sesuai kebutuhan spesifik website Anda.

Ingat: Taxonomy kustom adalah fondasi. Untuk tampilan yang benar-benar kustom, Anda tetap butuh template dan field kustom.

Sudah siap membuat taxonomy kustom pertama Anda?

💬 Punya pengalaman dengan taxonomy kustom? Bagikan di kolom komentar!

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Ilustrasi setup Google Analytics di WordPress dengan dashboard, grafik, tracking pengunjung, dan demografi

Cara Setup Google Analytics 4 di WordPress (Panduan Lengkap)

Website & Hosting, ELrolumNews — Anda sudah punya website. Tapi apakah Anda tahu berapa orang yang mengunjunginya? Dari...
Ilustrasi setup Meta Pixel di WordPress dengan Events Manager, tracking konversi, retargeting, dan verifikasi pixel

Cara Setup Meta Pixel di WordPress (Panduan Lengkap)

Website & Hosting, ElrolumNews — Anda sudah pasang Google Analytics, sudah pakai Google Tag Manager. Tapi jika Anda...
Ilustrasi setup Google Tag Manager di WordPress dengan container, tag tracking, trigger, dan preview mode

Cara Setup Google Tag Manager di WordPress (Panduan Lengkap)

Website & Hosting, ElrolumNews — Anda sudah punya Google Analytics dan Google Search Console. Tapi setiap kali ingin...

More

Recomended

Read More