WordPress, Elrolumnews — Anda sudah punya website, sudah punya pengunjung. Tapi bagaimana caranya menjaga hubungan dengan mereka? Bagaimana membuat mereka kembali lagi ke website Anda? Jawabannya: email marketing.
Artikel ini cocok untuk: Pemilik website, blogger, atau pemilik toko online yang ingin membangun daftar email dan mengirim newsletter—tanpa harus keluar dari dashboard WordPress.
Kabar baiknya: email marketing tidak harus rumit. Dengan MailPoet—plugin gratis yang sudah digunakan 500.000+ website—Anda bisa membuat newsletter, mengirim email otomatis, dan mengelola pelanggan langsung dari WordPress.
Di artikel ini, kita akan bahas dari nol: apa itu MailPoet, cara install, membuat newsletter pertama, otomatisasi email, hingga tips agar email Anda dibaca—bukan diabaikan.
Mengapa Email Marketing Masih Penting di 2026?
Di era media sosial dan AI, email tetap menjadi raja untuk beberapa hal.
| Alasan | Penjelasan |
|---|---|
| Kontrol penuh | Anda punya daftar email—tidak bergantung algoritma |
| ROI tinggi | Rata-rata $36 kembali untuk setiap $1 yang dikeluarkan |
| Personal | Bisa dipersonalisasi per penerima |
| Tidak hilang | Email tidak “tenggelam” seperti postingan media sosial |
💡 Fakta: 4 miliar orang menggunakan email setiap hari. Ini bukan channel yang mati—ini channel yang matang.
Apa Itu MailPoet dan Mengapa Cocok untuk Pemula?
MailPoet adalah plugin email marketing untuk WordPress yang memungkinkan Anda mengirim newsletter langsung dari dashboard WordPress—tanpa perlu login ke layanan eksternal.
Mengapa MailPoet Cocok untuk Pemula?
| Keunggulan | Penjelasan |
|---|---|
| Gratis | Hingga 500 subscriber, tanpa batas email |
| Terintegrasi | Langsung di WordPress—tidak perlu pindah aplikasi |
| Mudah | Drag-and-drop editor, template siap pakai |
| Otomatisasi | Welcome email, abandoned cart, dll |
| Analitik | Lihat open rate, click rate, dll |
💡 Tips Pro: MailPoet punya paket gratis yang sangat generous—500 subscriber, unlimited email. Untuk memulai, ini lebih dari cukup.
Langkah 1: Install Plugin MailPoet
Cara Install
Login ke WordPress Admin
Masuk ke Plugins > Add New
Cari “MailPoet”
Klik Install Now, lalu Activate
Anda akan diarahkan ke wizard setup
Langkah 2: Selesaikan Setup Wizard
MailPoet akan memandu Anda langkah demi langkah.
2.1 Informasi Pengirim
| Field | Isi |
|---|---|
| From Name | Nama yang muncul di inbox (contoh: “Elrolum”) |
| From Email | Email pengirim (contoh: halo@elrolum.com) |
| Reply-To | Email untuk balasan |
Penting: Gunakan email dengan domain sendiri—bukan Gmail. Ini meningkatkan deliverability.
2.2 Verifikasi Email
MailPoet akan mengirim email verifikasi. Cek inbox (dan spam), klik tautan verifikasi.
2.3 Pilih Paket
Pilih Free plan untuk memulai. Anda bisa upgrade nanti jika perlu.
2.4 Konfigurasi Pengiriman
MailPoet menyediakan dua metode pengiriman:
| Metode | Keterangan |
|---|---|
| MailPoet Sending Service | Gratis hingga 500 subscriber, deliverability baik |
| SendGrid, Amazon SES, dll | Untuk volume besar, berbayar |
Rekomendasi: Gunakan MailPoet Sending Service untuk memulai.
Langkah 3: Buat Daftar Email (List)
List adalah kumpulan subscriber. Anda bisa punya beberapa list—misalnya “Newsletter”, “Promo”, “Pembeli”.
Cara Membuat List
Masuk ke MailPoet > Lists
Klik New List
Isi nama list (contoh: “Newsletter Utama”)
Isi deskripsi (opsional)
Klik Save
💡 Tips Pro: Mulai dari satu list dulu. Terlalu banyak list di awal malah membingungkan.
Langkah 4: Tambahkan Form Subscriber
Anda perlu cara agar pengunjung bisa mendaftar ke list Anda.
4.1 Buat Form Baru
Masuk ke MailPoet > Forms
Klik New Form
Pilih tipe form:
Pop-up — muncul saat pengunjung akan keluar
Slide-in — muncul dari samping
Inline — ditanam di halaman
Widget — di sidebar
4.2 Kustomisasi Form
Form Name — beri nama (contoh: “Form Newsletter”)
Form Style — pilih gaya (Bold, Minimal, dll)
Fields — tambahkan field (Email wajib, Nama opsional)
Settings — atur kapan form muncul, di halaman mana
4.3 Publish Form
Klik Save dan Activate.
Selesai! Form akan muncul di website Anda.
💡 Tips Pro: Jangan minta terlalu banyak data di awal. Email saja cukup—semakin sedikit field, semakin banyak yang mendaftar.
Langkah 5: Buat Newsletter Pertama
Sekarang bagian yang menyenangkan: mengirim newsletter.
5.1 Buat Newsletter Baru
Masuk ke MailPoet > Emails
Klik New Email
Pilih Newsletter
5.2 Pilih Template
MailPoet menyediakan ratusan template gratis. Pilih yang sesuai, atau mulai dari blank.
5.3 Edit Konten
Gunakan drag-and-drop editor:
| Blok | Fungsi |
|---|---|
| Heading | Judul |
| Text | Paragraf |
| Image | Gambar |
| Button | Tombol CTA |
| Divider | Garis pemisah |
| Social | Ikon media sosial |
Tips konten newsletter:
Subject line yang menarik—ini yang menentukan dibuka atau tidak
Preview text — teks yang muncul di bawah subject
Satu CTA utama — jangan terlalu banyak link
Mobile-friendly — 60% email dibuka di HP
5.4 Kirim atau Jadwalkan
Klik Next
Pilih list penerima
Klik Send atau Schedule
Langkah 6: Setup Email Otomatis (Automasi)
Ini fitur paling powerful dari email marketing—dan sering dilewatkan pemula.
6.1 Welcome Email
Email yang dikirim otomatis saat seseorang mendaftar.
Cara:
Masuk ke MailPoet > Automations
Klik New Automation
Pilih Welcome Email
Tulis email: sambutan, perkenalan, apa yang bisa diharapkan
Aktifkan
6.2 Abandoned Cart (Untuk WooCommerce)
Email yang dikirim saat pelanggan meninggalkan keranjang tanpa checkout.
Cara:
Pilih Abandoned Cart di Automations
Atur waktu kirim (misalnya 1 jam setelah abandon)
Tulis email: pengingat, mungkin diskon
Aktifkan
💡 Tips Pro: Welcome email memiliki open rate tertinggi (biasanya 50-80%). Jangan lewatkan—ini kesan pertama Anda.
Langkah 7: Lihat Statistik
Setelah mengirim, lihat performa.
| Metrik | Arti |
|---|---|
| Open Rate | Berapa % yang membuka email |
| Click Rate | Berapa % yang mengklik link |
| Bounce Rate | Berapa % yang gagal terkirim |
| Unsubscribe | Berapa % yang berhenti berlangganan |
Benchmark:
Open rate: 20-30% (bagus)
Click rate: 2-5% (bagus)
Tips Email Marketing untuk Pemula
1. Beri Nilai, Jangan Cuma Jualan
Aturan 80/20: 80% konten berguna, 20% promosi.
2. Personalisasi
Gunakan nama penerima: “Hai, Budi!” lebih baik dari “Hai, Subscriber!”
3. Konsisten
Kirim rutin—misalnya setiap Selasa. Audiens akan menantikannya.
4. Mobile-Friendly
60% email dibuka di HP. Test tampilan di mobile sebelum kirim.
5. A/B Test Subject Line
Coba dua subject line berbeda, lihat mana yang open rate-nya lebih tinggi.
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
| Kesalahan | Akibat | Solusi |
|---|---|---|
| Tidak verifikasi email | Deliverability buruk | Verifikasi domain |
| Subject line clickbait | Unsubscribe meningkat | Jujur & relevan |
| Kirim terlalu sering | Audiens bosan | 1-2x seminggu |
| Tidak ada CTA | Tidak ada aksi | Satu CTA jelas |
| Abaikan mobile | Tampilan rusak | Test di HP |
| Beli daftar email | Spam, diblokir | Bangun daftar organik |
Email marketing adalah aset jangka panjang untuk website Anda. Kuncinya:
Install MailPoet — gratis, terintegrasi
Buat list — mulai dari satu
Pasang form — agar pengunjung bisa mendaftar
Kirim newsletter — rutin, bernilai
Setup automasi — welcome email, abandoned cart
Lihat statistik — perbaiki terus
Beri nilai — jangan cuma jualan
Dengan MailPoet, Anda tidak hanya punya pengunjung—Anda punya komunitas. Dan komunitas adalah fondasi bisnis online yang tahan lama.
Ingat: Email bukan tentang mengirim pesan. Ini tentang membangun hubungan.
Sudah siap membangun daftar email pertama Anda?
💬 Punya pengalaman dengan email marketing? Bagikan di kolom komentar!
(el)





