Banjarmasin, ELrolumNews — Operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8 terus berlanjut hingga hari ke-14, Sabtu (26/9/2026). Tim SAR gabungan kembali menemukan dua jenazah korban pada Jumat (25/9/2026), menambah daftar korban yang telah dievakuasi dari perairan Masalembo, Laut Jawa.
Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, menyatakan bahwa kedua jenazah ditemukan di sekitar lokasi bangkai kapal. “Kedua korban ditemukan pada Jumat sore dan langsung dievakuasi menggunakan KN SAR Pacitan,” ujar Sudayana dalam keterangannya, Sabtu (26/9/2026).
Dengan penambahan ini, total korban meninggal menjadi 30 orang. Sementara itu, 108 orang dinyatakan selamat dan 105 lainnya masih dalam pencarian.
Berdasarkan data Basarnas hingga Sabtu (26/9/2026), rincian korban KM Virgo Transport 8 adalah sebagai berikut:
| Kategori | Jumlah |
|---|---|
| Total Penumpang (Manifes) | 243 orang |
| Selamat | 108 orang |
| Meninggal | 30 orang |
| Masih Dicari | 105 orang |
Sudayana menegaskan bahwa operasi pencarian akan terus dilakukan hingga seluruh korban ditemukan. Tim penyelam gabungan dari Basarnas Special Group (BSG) dan TNI AL masih melakukan penyisiran di dalam bangkai kapal.
“Kami akan terus bekerja maksimal. Setiap korban adalah prioritas kami,” tegasnya.
Operasi penyelaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama arus bawah laut yang kuat dan visibilitas yang terbatas. Tim penyelam harus bekerja ekstra hati-hati karena bangkai kapal yang terus bergeser dan material yang rapuh.
“Kondisi arus bawah laut masih menjadi tantangan utama. Kami juga harus memastikan keselamatan tim penyelam,” jelas Sudayana.
Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang terus bekerja tanpa henti. Ia juga berharap seluruh korban yang masih hilang dapat segera ditemukan.
“Kami akan terus bekerja maksimal. Setiap korban adalah prioritas kami. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu operasi ini,” tegas Syafii.
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin sejak 12 September 2026 dengan membawa 243 orang sesuai manifes. Kapal dilaporkan hilang kontak pada 13 September 2026 sekitar pukul 02.00 WITA setelah menghadapi cuaca buruk, sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa.
(fvs)





