KNKT Investigasi Tabrakan KA Turangga vs Commuter Line di Cicalengka, Empat Petugas KA Tewas!

Bandung, ELrolumNews — Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) tengah melakukan investigasi menyeluruh terkait tabrakan antara KA Turangga dengan KA Commuter Line Bandung Raya di Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (26/9/2026) pagi. Kecelakaan ini menewaskan empat petugas KA.

Kepala KNKT, Soerjanto Tjahjono, menyatakan bahwa timnya telah diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan data dan keterangan dari sejumlah saksi.

“Kami masih mengumpulkan data dan keterangan saksi. Fokus kami adalah mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini,” ujar Soerjanto dalam keterangannya, Jumat (26/9/2026).

Tabrakan terjadi sekitar pukul 06.00 WIB di jalur kereta antara Stasiun Cicalengka dan Stasiun Haurpugur. KA Turangga dengan rute Surabaya Gubeng-Bandung bertabrakan dengan KA Commuter Line Bandung Raya yang melayani rute Padalarang-Cicalengka.

Diduga, KA Commuter Line Bandung Raya berhenti di jalur yang sama dengan KA Turangga. Benturan keras tidak terhindarkan, menyebabkan kerusakan parah pada kedua lokomotif.

Sebanyak empat petugas KA tewas dalam kecelakaan tersebut. Mereka adalah:

  • Masinis KA Commuter Line, Jumadi (45)

  • Asisten Masinis KA Commuter Line, Slamet Riyadi (38)

  • Masinis KA Turangga, Heri Setiawan (42)

  • Asisten Masinis KA Turangga, Dedi Kurniawan (35)

Selain korban meninggal, sejumlah penumpang mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyatakan turut berduka cita atas insiden ini. Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu hasil investigasi KNKT sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Kami masih menunggu hasil investigasi KNKT. Kami akan bekerja sama penuh untuk mengungkap penyebab kecelakaan ini,” ujar Didiek.

Ia juga menyampaikan bahwa KAI akan memberikan kompensasi kepada keluarga korban dan menanggung seluruh biaya pengobatan penumpang yang luka.

Tim gabungan dari KAI, Basarnas, dan kepolisian melakukan evakuasi korban dan penumpang. Proses evakuasi berlangsung selama beberapa jam karena kondisi lokomotif yang rusak parah.

Jalur kereta di sekitar lokasi kejadian masih ditutup untuk proses evakuasi dan investigasi. KAI mengalihkan sejumlah perjalanan kereta api untuk mengurangi dampak bagi penumpang.

Anggota Komisi V DPR RI, Sigit Sosiantomo, mendesak KAI dan KNKT untuk segera mengungkap penyebab kecelakaan. Menurutnya, keselamatan penumpang adalah prioritas utama.

“Kami mendesak KNKT untuk segera mengungkap penyebab kecelakaan ini. Jangan sampai ada kelalaian yang menyebabkan korban jiwa,” tegas Sigit.

Kecelakaan kereta api bukan pertama kali terjadi di Indonesia. Pada Januari 2024, KA Turangga juga terlibat tabrakan dengan KA Commuter Line Bandung Raya di Cicalengka, menewaskan empat orang. Insiden serupa menunjukkan pentingnya peningkatan sistem keselamatan perkeretaapian.

(fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Operasi pencarian 5 jurnalis hilang di Selat Sunda resmi dihentikan setelah 10 hari

Pencarian Jurnalis Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan Setelah...

Pandeglang, ElrolumNews — Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di perairan Selat Sunda...
Tim SAR lanjutkan pencarian 5 jurnalis hilang di Selat Sunda hari kedelapan

Hari Kedelapan Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda,...

Pandeglang, ElrolumNews — Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di Selat Sunda memasuki...
Tim SAR temukan helm dan pelampung saat cari 5 jurnalis hilang di Selat Sunda

Pencarian 5 Jurnalis Hilang: Sinyal Ponsel Terakhir di Pulau...

Pandeglang, ELrolumNews — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui pemantauan jaringan operator dan sistem monitoring spektrum radio...

More

Popular

Read More