Pandeglang, ELrolumnews — Operasi pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari keempat pada Jumat (11/9/2026). Tim SAR gabungan mengerahkan 13 kapal yang terbagi dalam empat sektor pencarian .
Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, merinci pembagian sektor pencarian sebagai berikut:
| Sektor | Kapal | Area Pencarian |
|---|---|---|
| A | KRI Kerambit, KP Sanjaya, KAL Pahawang | Laut lepas sekitar Tanjung Belimbing, Lampung (1.026 mil laut) |
| B | KRI Lauser, KAL Anyer | Wilayah barat Pulau Lampung (1.020 mil laut) |
| C | KN SAR Basudewa, RIB Lampung | Utara Tanjung Belimbing (585 mil laut) |
| D | KAL Hayabusa | Utara sektor C hingga Tanjung Panaitan (585 mil laut) |
Polda Metro Jaya bersama Forum Wartawan Polri menggelar shalat Jumat dan doa bersama untuk delapan korban yang terdiri dari lima jurnalis dan tiga awak kapal . Kegiatan ini digelar di Masjid Al-Kautsar, Markas Polda Metro Jaya, Jakarta .
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus bersinergi dalam proses pencarian . “Kami mengajak seluruh personel dan masyarakat untuk mendoakan agar para korban segera ditemukan dalam kondisi selamat,” ujarnya .
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas berharap lima jurnalis yang hilang kontak bisa ditemukan dalam kondisi selamat. “Semoga doa yang kita panjatkan bisa menjadi bagian dari upaya kita untuk menjadi satu kesatuan sebagai anak bangsa,” ujarnya saat membuka acara Pasti Ada Solusi di Jakarta .
Delapan orang yang berada dalam speedboat Arupadhatu 1 adalah :
Awak Kapal dan Pemandu:
Warta (55) — Kapten kapal
Surakman (60) — Anak buah kapal (ABK)
Heriyanto (49) — Pemandu/guide
Lima Jurnalis:
M. Bagus Khoirunnas — Pewarta Foto LKBN ANTARA Biro Banten
Ari Basuki — Jurnalis Merdeka
Yudhis — Jurnalis iNews
Daus — Jurnalis Anadolu Agency
Donal — Jurnalis freelance
Speedboat berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB menuju Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir terjadi pada pukul 14.42 WIB saat salah satu korban membagikan lokasi kepada rekan jurnalis di Lampung. Kapal kemudian hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di koordinat 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T .
(fvs)





