Kupang, ElrolumNews — Duka mendalam masih menyelimuti Nusa Tenggara Timur (NTT) pascagempa dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang pada Sabtu (15/8/2026). Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban jiwa terus bertambah. Hingga Minggu (16/8) sore, tercatat 53 orang meninggal dunia dan 135 orang mengalami luka-luka.
Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, merinci sebaran korban meninggal dunia di sejumlah kabupaten terdampak:
| Kabupaten | Korban Meninggal |
|---|---|
| Manggarai | 25 jiwa |
| Manggarai Timur | 20 jiwa |
| Sikka | 4 jiwa |
| Ende | 2 jiwa |
| Manggarai Barat | 1 jiwa |
| Nagekeo | 1 jiwa |
Selain korban jiwa, BNPB mencatat 241 unit rumah mengalami kerusakan, terdiri dari 154 unit rusak berat, 49 unit rusak sedang, dan 38 unit rusak ringan. Kerusakan juga terjadi pada fasilitas umum, termasuk di Pelabuhan Maumere dan sejumlah kantor pemerintahan.
Abdul Muhari juga menyampaikan bahwa hingga saat ini tercatat 995 kali gempa susulan, namun hanya 46 kejadian yang dirasakan oleh masyarakat . Ia menjelaskan bahwa gempa susulan merupakan fenomena alam yang diperlukan agar struktur patahan bisa kembali stabil.
“Gempa susulan diperlukan oleh struktur patahan agar bisa stabil. Ini fenomena alam yang harus kita lalui,” ujarnya.
BNPB mengimbau masyarakat untuk melakukan pengecekan terhadap kondisi rumah masing-masing dan segera melaporkan jika ditemukan kerusakan struktur yang membahayakan.
Presiden Prabowo Subianto merespon cepat bencana ini. Melalui akun media sosialnya, ia menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan pemerintah terus berupaya terbaik untuk pemulihan.
“Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kita di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi. Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini,” tulis Prabowo.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya memastikan bahwa 50.000 paket sembako dari Bantuan Presiden (Banpres) telah diberangkatkan menuju Maumere pada hari yang sama saat gempa terjadi, Sabtu (15/8/2026).
Presiden juga menugaskan sejumlah pejabat pusat untuk langsung menuju Labuan Bajo dan Maumere , antara lain:
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo
Kepala BNPB dan Kepala Basarnas
Wakil Menteri Kesehatan dan Wakil Menteri Sosial
Tim dari BUMN: PLN, Telkom, Pertamina, dan Bulog
TNI juga mengerahkan armada pesawat Hercules dan Kapal Republik Indonesia (KRI) untuk mempercepat distribusi bantuan logistik.
Di tengah keprihatinan yang mendalam, Pemerintah Provinsi NTT memutuskan untuk menggelar peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI secara sederhana. Upacara berlangsung khidmat di Alun-alun Rumah Jabatan Gubernur NTT pada Senin (17/8/2026) tanpa ada hiburan atau acara seremonial lainnya.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan bencana dan bantuan bagi para korban.
“Kami selenggarakan secara khidmat dan sederhana, khusus hanya upacara bendera saja. Tidak ada acara apapun pasca upacara bendera, tanpa ada tos kenegaraan,” kata Melki .
Ia juga menyampaikan bahwa bantuan dari Pemprov NTT telah diberangkatkan menggunakan kapal ASDP sejak Minggu (16/8) malam dan dijadwalkan tiba di Ende pada Senin untuk kemudian disalurkan ke masyarakat terdampak.
(*/fvs)





