Jakarta, ElrolumNews – Presiden Prabowo Subianto kembali menerima surat kepercayaan (letter of credentials) dari para duta besar luar biasa dan berkuasa penuh (LBBP) negara sahabat di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026). Sebanyak 9 duta besar menyerahkan surat kepercayaan pada hari ini, menyusul 8 duta besar pada Senin (8/6/2026). Total 17 duta besar dari negara sahabat telah diterima Presiden dalam dua hari terakhir.
Para duta besar yang diterima pada Selasa (9/6/2026) berasal dari Guatemala, Qatar, Kenya, Fiji, Maroko, Portugal, Panama, Korea Utara, dan Mozambik. Sementara pada Senin (8/6/2026), Presiden telah menerima delapan duta besar dari negara Sri Lanka, Filipina, Korea Selatan, Ceko, Palestina, Yunani, Lebanon, dan Saint Lucia.
Dalam pertemuan dengan para duta besar, Presiden Prabowo menegaskan komitmen Indonesia terhadap kebijakan politik luar negeri bebas aktif dan non-blok, sebagaimana telah ditetapkan oleh para pendiri bangsa.
“Bapak Presiden juga sekali lagi menyampaikan komitmennya bahwa Indonesia memutuskan semenjak oleh founding fathers kita bahwa kebijakan luar negeri kita adalah bebas aktif dan kita non-aligned,” kata Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Kompleks Istana, Jakarta, Senin (8/6/2026).
Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno yang turut mendampingi Presiden dalam penerimaan surat kepercayaan para duta besar, menjelaskan bahwa dalam sesi ramah tamah, para duta besar menyampaikan apresiasi terhadap upaya diplomasi Presiden Prabowo. Para dubes menilai bahwa langkah-langkah diplomasi yang diambil Presiden Prabowo membawa perdamaian bagi dunia di tengah ketidakpastian global akibat perang.
“Beliau juga menyampaikan prinsip-prinsip dasar politik luar negeri kita, bebas aktif, dan juga menyampaikan perlunya di masa sekarang ini negara-negara bekerja sama dan membuat berbagai macam kerja sama di berbagai bidang,” ujar Havas di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (9/6/2026).
Para duta besar negara sahabat juga menyampaikan komitmen untuk memperkuat hubungan bilateral serta memperluas kerja sama dengan Indonesia di sejumlah bidang.
Wamenlu Havas mencontohkan, Duta Besar Sri Lanka menyoroti kerja sama di bidang kebudayaan dan pendidikan dengan Indonesia. Sementara Duta Besar Filipina menegaskan harapan untuk memperkuat kerja sama maritim karena kedua negara merupakan negara kepulauan besar. Duta Besar Yunani juga menyatakan ketertarikannya memperkuat kerja sama maritim dengan Indonesia.
“Dan mereka juga menyatakan bahwa keinginan mereka untuk meningkatkan hubungan bilateral dengan Indonesia di berbagai bidang,” kata Havas.
Kehadiran Duta Besar Korea Utara Hong Kwang Il turut menjadi sorotan mengingat hubungan diplomatik Indonesia dengan Pyongyang yang berlangsung meskipun di tengah sanksi internasional. Indonesia dan Korea Utara menjalin hubungan diplomatik sejak 1961 dan hingga kini masih berlangsung, meskipun volume kerja sama ekonomi relatif kecil.
Sementara itu, kehadiran Duta Besar Palestina yang diterima pada Senin (8/6/2026) menegaskan konsistensi dukungan Indonesia terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina di forum-forum internasional.
Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan sebelumnya telah menyatakan kesiapan Indonesia untuk menjadi jembatan perdamaian di tengah konflik global. Hal ini disampaikan baik dalam pertemuan bilateral dengan para pemimpin dunia maupun dalam forum-forum multilateral seperti KTT ASEAN dan G20.
“Dengan 17 duta besar yang baru diterima, total negara sahabat yang memiliki perwakilan diplomatik di Jakarta semakin lengkap. Ini menunjukkan kepercayaan dunia terhadap kepemimpinan Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto,” ujar pengamat hubungan internasional dari Universitas Indonesia, Asmara Nababan, saat dihubungi terpisah.
Para duta besar yang baru menyerahkan surat kepercayaan akan memulai tugas mereka di Jakarta dalam waktu dekat. Mereka diharapkan dapat memperkuat hubungan bilateral di berbagai bidang, termasuk perdagangan, investasi, pendidikan, dan kebudayaan.
(*/dbs)






