Boston, Amerika Serikat, ElrolumNews – Kejutan besar terjadi di babak 32 besar Piala Dunia 2026! Timnas Jerman yang tampil dominan sepanjang pertandingan harus mengakui keunggulan Paraguay setelah kalah dalam adu penalti dengan skor 3-2 (total 4-3 setelah skor 1-1) di Boston Stadium, Selasa (30/6/2026) dini hari WIB .
Ini adalah kekalahan pertama Jerman dalam adu penalti sepanjang sejarah Piala Dunia setelah sebelumnya memenangkan empat tos-tosan pada 1982, 1986, 1990, dan 2006 .
Jerman yang lolos sebagai juara Grup E dengan 9 gol di fase grup langsung tancap gas sejak awal laga. Namun, Paraguay yang lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik dari Grup D justru bermain cerdik dengan menerapkan strategi bertahan disiplin .

Pada menit ke-42, di tengah dominasi Jerman, Paraguay mencuri keunggulan! Julio Enciso berhasil menyundul bola memanfaatkan umpan silang dari Matias Galarza, menaklukkan kiper Manuel Neuer dan mencatatkan namanya sebagai pencetak gol pertama Paraguay di fase gugur Piala Dunia.

Jerman baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-54. Kai Havertz menyundul umpan terukur Florian Wirtz ke sudut jauh gawang Paraguay . Dominasi Jerman terus berlanjut, tetapi pertahanan Paraguay yang dikomandoi Orlando Gill mampu menggagalkan setiap ancaman Leroy Sane dan Jamal Musiala .
Pada babak extra time, tepatnya menit ke-102, Jerman sempat merayakan gol dari Jonathan Tah melalui sundulan. Namun, wasit membatalkan gol tersebut setelah tinjauan VAR karena Waldemar Anton dianggap melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay, Orlando Gill .
Skor 1-1 bertahan hingga 120 menit pertandingan usai. Di babak adu penalti, kiper Orlando Gill menjadi bintang lapangan. Penjaga gawang berusia 25 tahun itu menggagalkan eksekusi Kai Havertz dan satu penendang Jerman lainnya.

José Canale kemudian menjadi penentu kemenangan Paraguay setelah sukses mengeksekusi tendangan penalti terakhir, memastikan La Albirroja melaju ke babak 16 besar .
Paraguay lolos sebagai tim peringkat ketiga terbaik dari Grup D, hanya satu kali menang, sekali seri, dan sekali kalah. Kini mereka menjadi mimpi buruk bagi Die Mannschaft yang harus mengakhiri perjalanan di babak pertama fase gugur.
(*/fvs)






