Gempa M 6,2 Guncang Tahuna Sangihe, BMKG Pastikan Tidak Berpotensi Tsunami! Warga Diimbau Tenang dan Waspada Susulan

Jakarta, ElrolumNews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada Selasa (14/7) malam, tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Berdasarkan informasi dari BMKG, gempa terjadi pada pukul 22.49 WIB. Episentrum gempa terletak di koordinat 5,27 Lintang Utara dan 125,18 Bujur Timur, atau sekitar 187 kilometer barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, dengan kedalaman 10 kilometer . Gempa ini tergolong sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng.

Dampak guncangan dirasakan dengan intensitas yang bervariasi di sejumlah wilayah Sulawesi Utara . Masyarakat di Kepulauan Sangihe dilaporkan merasakan guncangan dengan skala III hingga IV Modified Mercalli Intensity (MMI), yang menandakan getaran dirasakan nyata di dalam rumah serta terasa seperti ada truk besar yang melintas .

- Advertisement -

Sementara itu, wilayah Manado, Minahasa Selatan, dan Minahasa turut merasakan guncangan dengan skala II hingga III MMI, di mana getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung terlihat bergoyang . BMKG juga mencatat bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan gempa susulan (aftershock).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut . BMKG mengingatkan bahwa informasi yang disampaikan merupakan hasil analisis awal yang mengutamakan kecepatan, sehingga parameter gempa masih dapat berubah seiring dengan pemutakhiran data.

- Advertisement -

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta terus mengikuti perkembangan informasi resmi yang disampaikan BMKG maupun pemerintah daerah setempat . Warga juga diingatkan untuk menghindari bangunan yang mengalami kerusakan akibat gempa dan mengetahui titik-titik aman di sekitar tempat tinggal mereka sebagai langkah antisipasi.

(*/bmkg)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Tiga spesies baru dari genus Homalomena, yaitu Homalomena boesenbergiifolia, H. trigona, dan H. widyatmokoi, resmi dideskripsikan dari Indonesia pada Oktober 2026.

Tiga Tumbuhan Baru Indonesia Ditemukan dari Tanaman yang Sudah...

Earth, ElrolumNews - Sebuah tanaman yang sudah lama tumbuh dalam pot atau rumah pembibitan mungkin tampak seperti...
Bulbophyllum alsiosum, anggrek yang sebelumnya dikenal dari Filipina dan kini tercatat untuk pertama kalinya di Indonesia setelah ditemukan di hutan pegunungan Sulawesi.

Anggrek yang Dikira Hanya Milik Filipina Ternyata Ditemukan di...

Earth, ElrolumNews - Selama lebih dari satu abad, Bulbophyllum alsiosum dikenal sebagai anggrek yang berasal dari Filipina.Kini,...
Tomiyamichthys oriens, spesies shrimp goby baru yang dideskripsikan dari perairan pesisir Banyuwangi, Jawa Timur, dengan lima bercak oranye khas pada tubuhnya.

Ikan Kecil dengan Lima Bercak Oranye: Spesies Baru Ditemukan...

Earth, ElrolumNews - Seekor ikan kecil dari perairan Banyuwangi, Jawa Timur, kini memiliki identitas ilmiah baru.Namanya Tomiyamichthys...
Advertisement

Lainnya

Popular