Jakarta, ELrolumNews – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait perkembangan Siklon Tropis Mekkhala yang kini meningkat menjadi kategori 4, Senin (22/6/2026). Meski pusat siklon berada di Laut Filipina, 1.600 kilometer utara Tahuna, dampaknya mulai dirasakan di perairan Indonesia Timur.
Pelaksana Tugas Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan siklon ini bergerak ke barat-barat laut menjauhi wilayah Indonesia. Namun, intensitasnya terus menguat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 95 knot (175 km/jam) dan tekanan udara 935 hPa.
“Lokasi tersebut berjarak sekitar 1.600 kilometer di sebelah utara Tahuna. Untuk prakiraan 24 jam ke depan, kekuatan angin diperkirakan meningkat menjadi 95 knots,” jelas Andri kepada Kompas.com, Senin.
BMKG memprediksi gelombang laut kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter akan terjadi di sejumlah perairan hingga 23 Juni 2026:
Perairan Kepulauan Sangihe–Kepulauan Talaud
Laut Maluku
Samudra Pasifik utara Maluku
Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya
Kondisi ini dipicu aktivitas siklon yang masih cukup kuat di wilayah utara Indonesia meski pusatnya berada di luar negeri.
16 Provinsi Berstatus Waspada Hujan Lebat
Selain ancaman gelombang tinggi, BMKG juga memperingatkan potensi hujan intensitas sedang hingga lebat di puluhan provinsi akibat dinamika atmosfer, termasuk sirkulasi siklonik di Selat Makassar. 16 wilayah masuk kategori Waspada (hujan sedang–lebat):
| Wilayah Waspada |
|---|
| Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kep. Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Maluku, Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Barat Daya, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara |
Untuk kota-kota besar, Tanjungpinang dan Bandar Lampung berpotensi hujan disertai petir, sementara hujan ringan diprediksi terjadi di 14 kota termasuk Medan, Padang, Bandung, dan Semarang.
BMKG juga mengingatkan potensi angin kencang di sejumlah wilayah:
Kepulauan Bangka Belitung
Maluku
Nusa Tenggara Timur
Sulawesi Selatan
Sulawesi Tenggara
Sulawesi Utara
Masyarakat, nelayan, dan operator kapal diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan cuaca ekstrem. Informasi cuaca terkini dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.
(*/bmkg)






