Hamilton, Kanada, ElrolumNews – Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance memberikan pernyataan optimistis mengenai negosiasi nuklir dengan Iran, namun dengan rentang waktu yang tidak terlalu spesifik. Dalam wawancara dengan CBS Sunday Morning yang kutipannya dirilis Selasa (9/6/2026), Vance mengatakan bahwa kesepakatan dapat tercapai dalam hitungan minggu atau bahkan bulan, tetapi ia yakin akan ada perkembangan signifikan sebelum pemilu paruh waktu November mendatang.
Menjawab pertanyaan apakah Iran mengulur waktu dalam negosiasi, Vance menjawab tegas: “Tidak, saya rasa tidak. Sekali lagi, saya pikir sistem mereka membutuhkan waktu lama untuk mencapai konsensus,” ujarnya .
Menurut Vance, pemerintahan Trump saat ini berada pada posisi yang sangat baik untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan AS.
“Right now, I feel that we are in a position to get a deal that is good for the United States economically and that really does deal with the Iranian nuclear programme, not just now, not just while Donald Trump is president, but for the long term,” ujar Vance dalam wawancara tersebut.
Ia menargetkan solusi permanen untuk program nuklir Iran, bahkan untuk generasi mendatang. “Sampai di mana anak-anak saya bisa berkata saat mereka dewasa, ‘Iran tidak akan memiliki senjata nuklir,'” katanya.
Terkait waktu realisasi, Vance menyebutkan bahwa publik akan mengetahui banyak hal sebelum pemilu paruh waktu November. Namun, soal kesepakatan final, ia memberikan rentang waktu yang fleksibel.
“I think that the deal could happen in the next week, but the deal could also happen months from now,” ujarnya .
Sementara itu, Presiden Donald Trump sebelumnya memberikan prediksi yang lebih optimis dengan menyebut kesepakatan bisa tercapai dalam dua hingga tiga hari, meskipun kemudian ia juga mengancam akan membalas Iran setelah helikopter Apache AS ditembak jatuh oleh drone Shahed Iran di dekat Selat Hormuz pada Senin (8/6/2026)
(bernama/rbcukraine**)






