Jakarta, ElrolumNews – Chairman sekaligus Presiden BYD, Wang Chuanfu, melontarkan target ambisius kepada para pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang digelar beberapa waktu lalu. Ia memproyeksikan bahwa BYD akan merebut takhta sebagai produsen otomotif terbesar di dunia berdasarkan skala penjualan dalam waktu lima tahun ke depan, atau pada tahun 2030 .
Optimisme ini didorong oleh momentum pertumbuhan yang luar biasa di pasar internasional. Wang menekankan bahwa kombinasi antara harga yang kompetitif, keunggulan teknologi, dan pengalaman pengguna yang superior membuat produk BYD mampu mengungguli para pesaing lokal di berbagai negara .
“Kita akan menikmati pertumbuhan pasar domestik dan internasional secara bersamaan. Ini akan menempatkan perusahaan meraih posisi teratas industri otomotif global di 2030,” ujar Wang .
BYD sudah menetapkan target menjual 1,6 juta kendaraan tahun ini di luar China. Wang menyatakan bahwa berdasarkan tren saat ini, target tersebut akan terlampaui dengan mudah .
Demi menjaga pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan, BYD menerapkan strategi “long-termism” yang berfokus pada investasi jangka panjang dan lokalisasi. BYD berkomitmen untuk tidak hanya mengekspor, tetapi juga membangun pusat perakitan dan rantai pasok lokal di negara-negara tujuan .
Peringkat produsen mobil global pada 2025 lalu menjadi pijakan ambisi ini. Grup Toyota memimpin dengan 11,2 juta unit, disusul Grup Volkswagen 8,68 juta unit, dan Grup Hyundai 7,27 juta unit. BYD sendiri berada di posisi keenam dengan 4,6 juta unit .
Di sektor teknologi, BYD tengah mempersiapkan revolusi besar dalam sistem kemudi otonom (intelligent driving). Dengan lebih dari 3,15 juta kendaraan berbasis kecerdasan buatan yang sudah beroperasi di seluruh dunia, BYD berhasil mengumpulkan data berkendara hingga 200 juta kilometer setiap harinya. Basis data raksasa inilah yang menjadi fondasi kuat bagi pengembangan kapabilitas otonom generasi berikutnya .
Wang memprediksi bahwa adopsi teknologi otonom level L3 dan L4 akan masuk ke pasar komersial jauh lebih cepat daripada perkiraan banyak pihak. Ia memastikan BYD telah siap sepenuhnya, baik dari segi kesiapan cip, algoritma, hingga ekosistem data .
“Begitu regulasi diterapkan, BYD akan segera melesat,” tegas Wang, seraya menambahkan bahwa pusat pelatihan pendukung telah didirikan di Eropa, Amerika Selatan, Asia Tenggara, hingga Timur Tengah .
BYD juga menjanjikan gelombang peluncuran teknologi baru yang diklaim akan “memukau” pasar pada tahun depan. Inovasi-inovasi tersebut diharapkan dapat menyelesaikan tantangan terkait profitabilitas per unit kendaraan serta mendongkrak citra premium merek secara global. Didukung teknologi baterai blade generasi kedua, inovasi pengisian daya cepat, serta arsitektur modular mandiri, BYD optimistis mengamankan posisi puncak industri otomotif global pada 2030 .
“Saya pikir teknologi mengemudi otonom L3 dan L4 akan hadir di pasar lebih cepat dari perkiraan. BYD telah siap secara penuh di bidang cip, algoritma, dan ekosistem data,” pungkas Wang.
(*/dbs)






