Mumbai, ELrolumNews – Industri perfilman India kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah global. Film dark comedy berbahasa Hindi berjudul “Maa Behen” yang dibintangi oleh aktris legendaris Madhuri Dixit serta aktris muda Triptii Dimri dan kreator konten Dharna Durga, resmi menjadi perbincangan hangat di berbagai belahan dunia setelah debutnya di Netflix pada 4 Juni 2026 .
Hanya dalam waktu kurang dari seminggu, film arahan sutradara Suresh Triveni (Tumhari Sulu, Jalsa) ini berhasil menduduki peringkat kedua dalam daftar Top 10 Film Non-Inggris (Non-English Films) Global Netflix dan sedang trending di 15 negara berbeda di seluruh dunia . Pencapaian ini sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu rilisan OTT India paling sukses di tahun 2026.
Kesuksesan “Maa Behen” tidak lepas dari keberaniannya mengangkat tema yang jarang diusung secara blak-blakan di ranah perfilman India. Film ini berputar di sekitar tiga karakter utama perempuan dari satu keluarga:
Rekha (Madhuri Dixit): Seorang ibu yang merasa terbuang dan kerap membuat onar.
Jaya (Triptii Dimri): Putri yang terjebak dalam pernikahan tidak bahagia dan perlahan menemukan keberanian untuk melepaskan diri.
Sushma (Dharna Durga): Putri bungsu yang berprofesi sebagai kreator konten di Patna.
Kehidupan mereka yang kacau berubah drastis ketika tetangga mereka, Gupta Ji (diperankan oleh Ravi Kishan), ditemukan tewas di rumah mereka pada suatu malam. Insiden ini menjadi pemicu serangkaian peristiwa kacau yang penuh liku, namun sekaligus membuka jalan bagi dialog-dialog penting tentang patriarki, hak tubuh perempuan, dan konsen .
“Apa yang membuat saya tertarik pada film ini adalah kemampuannya untuk menceritakan kisah yang sangat relevan dengan humor, hati, dan kejujuran,” ujar Madhuri Dixit dalam sebuah pernyataan pers. “Melihat penonton terhubung dengan karakter-karakter ini, hubungan mereka, dan semua kekacauan yang terjadi sangatlah memuaskan,” tambahnya .
Sementara itu, aktris Triptii Dimri berbagi bahwa momen paling menyentuh baginya adalah apresiasi untuk adegan monolog Jaya ketika ia akhirnya melepaskan suaminya. “Adegan itu sangat penting bagi saya, dan saya menghabiskan banyak waktu untuk mempersiapkannya, mencoba memahami perjalanan emosional Jaya. Saya sangat senang momen itu dapat diterima oleh penonton,” katanya .
Keberhasilan film ini tidak hanya dirayakan oleh para penonton, tetapi juga oleh para rekan seprofesi. Baru-baru ini, bintang global Priyanka Chopra memberikan apresiasi tingginya terhadap film tersebut melalui unggahan di Instagram.
“Such a clever film. Sharp, funny and so well done,” tulis Priyanka. Ia secara khusus memuji penampilan Madhuri Dixit yang selalu menjadi pusat perhatian, Triptii Dimri yang fenomenal, serta menyebut dirinya sebagai penggemar berat Dharna Durga .
Tak hanya Priyanka, aktris senior Vidya Balan pun ikut membanjiri media sosial dengan pujian. Ia menyebut film ini sangat menghibur dan memuji chemistry luar biasa antara ketiga aktris utamanya .
Salah satu sorotan utama dari kesuksesan ini adalah penampilan memukau Dharna Durga. Seorang kreator konten asal Patna yang populer dengan video-video komedinya, Dharna berhasil membuktikan bahwa talenta digital bisa bersinar di layar lebar.
Suresh Triveni, sang sutradara, mengaku sengaja mencari karakter perempuan yang “bermasalah” atau flawed. Alih-alih menghadirkan karakter sempurna yang baik hati, Triveni ingin menunjukkan kompleksitas manusia dengan segala kekurangannya melalui cerita yang menghibur.
“Sejak awal, ‘Maa Behen’ adalah tentang mengeksplorasi dinamika keluarga yang tidak biasa, karakter-karakter yang cacat namun sangat relevan, dan penilaian sosial yang membentuk hidup mereka, semuanya melalui humor dan kekacauan,” ungkap Suresh Triveni .
Pencapaian peringkat #2 ini merupakan prestasi besar mengingat persaingan di pasar global yang sangat ketat. Film ini hanya kalah dari judul Spanyol “The Marked Woman” yang berhasil menduduki posisi puncak .
Sementara itu, film “Kara” yang dibintangi aktor terkenal Dhanush berada di peringkat ketiga, disusul oleh film Meksiko-Amerika “Mexico 86” dan film Argentina “Risa and the Wind Phone”
(telegraphindia/hindustantimes/moneycontrol/filmibeat****)






