Manila, Filipina, ElrolumNews – Kabar duka terus berdatangan dari negara tetangga Filipina. Angka korban tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang lepas pantai selatan Mindanao pada Senin (8/6/2026) terus meningkat. Pemerintah setempat melalui Dewan Penanggulangan dan Mitigasi Risiko Bencana Nasional (NDRRMC) merilis data terbaru pada Jumat (12/6/2026) bahwa jumlah korban jiwa telah mencapai 55 orang, sementara 38 orang lainnya masih dinyatakan hilang .
Lebih memilukan lagi, sedikitnya 1.120 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat tertimpa reruntuhan bangunan atau terkena material saat gempa terjadi . Sebanyak 86.135 keluarga (sekitar 392.806 jiwa) terdampak bencana ini di 352 desa di seluruh wilayah Mindanao .
Dampak bencana ini sangat dahsyat terhadap infrastruktur dan permukiman warga. NDRRMC melaporkan sekitar 19.095 unit rumah mengalami kerusakan . Rinciannya, 15.610 unit rumah rusak ringan (partial) dan 3.485 unit rumah dilaporkan hancur total (totally damaged).
Akibat gempa dan ribuan gempa susulan, jalan raya, jembatan, bandara, dan fasilitas pelabuhan juga mengalami kerusakan parah sehingga menghambat jalur distribusi logistik bantuan .
Pelabuhan Udara Internasional General Santos hingga saat ini masih ditutup untuk penerbangan komersial. Penerbangan hanya diizinkan untuk keperluan militer dan pengiriman bantuan kemanusiaan .
Selain itu, pasokan listrik di 48 kota dan munisipalitas di Mindanao sempat terganggu total akibat guncangan gempa yang merobohkan tiang-tiang listrik dan merusak jaringan transmisi .
Memasuki hari keenam pasca gempa utama, wilayah Mindanao masih terus diguncang gempa susulan (aftershock). Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) mencatat hingga Jumat (12/6/2026), telah terjadi lebih dari 3.860 gempa susulan .
Kekhawatiran terbesar saat ini adalah potensi bangunan yang sudah retak akan runtuh jika terjadi gempa susulan berkekuatan besar. Sekitar 6.000 sekolah diperkirakan mengalami kerusakan struktural, dan pihak berwenang melarang siswa kembali belajar sampai inspeksi keselamatan selesai dilakukan. Hal ini menjadi masalah krusial karena gempa terjadi tepat pada hari pertama tahun ajaran baru di Filipina .
Pemerintah Filipina di bawah kepemimpinan Presiden Ferdinand Marcos Jr. telah mengerahkan lebih dari 3.700 personel yang terdiri dari militer, polisi, tim penyelamat (SAR), dan relawan untuk melakukan pencarian dan evakuasi korban .
Angkatan Udara Filipina (PAF) terus melakukan operasi udara dengan mengerahkan pesawat C-130 Hercules dan helikopter Black Hawk untuk mengangkut logistik bantuan ke daerah terisolasi serta mengevakuasi pasien kritis ke rumah sakit rujukan di Cotabato dan Davao .
Para ilmuwan dari Phivolcs menjelaskan bahwa gempa tektonik ini terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan pusat gempa berada sekitar 32 kilometer barat daya pesisir Maasim, Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao, pada kedalaman 33 kilometer .
Filipina merupakan salah satu negara yang paling rawan bencana di dunia karena lokasinya yang berada tepat di jalur “Cincin Api Pasifik” (Pacific Ring of Fire) , yaitu zona pertemuan lempeng tektonik yang sangat aktif dan kerap memicu gempa bumi serta letusan gunung berapi.
Sejumlah negara tetangga, termasuk Indonesia dan Malaysia, telah menyatakan simpati dan kesiapan untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan bagi para korban gempa di Filipina.
(*/dbs)






