Jakarta, ElrolumNews – Pecinta kuliner di Jakarta punya alasan untuk bersukacita. GrabFood berkolaborasi dengan artis sekaligus pengusaha kuliner Aldi Taher menggelar Festival Burger Dunia di Chillax Sudirman, Jakarta Selatan, pada 5 hingga 7 Juni 2026 .
Festival yang merupakan bagian dari inisiatif Grab Puas Food Market ini menghadirkan 18 tenant burger lokal pilihan dalam satu ajang kuliner yang meriah . Acara ini dirancang sebagai ruang pertemuan bagi masyarakat urban, kreator konten, serta pelaku industri kreatif untuk menikmati sekaligus mengapresiasi perkembangan tren burger di Indonesia .
Yang menarik, festival ini terbuka untuk umum tanpa biaya masuk (gratis) . Acara berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB (Jumat & Sabtu), serta pukul 09.00 hingga 21.00 WIB (Minggu) .
Kehadiran Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya dalam pembukaan festival pada Jumat (5/6/2026) menandai dukungan penuh pemerintah terhadap pengembangan kuliner lokal .
“Festival kuliner bukan sekadar tempat makan-makan, melainkan ruang promosi serta kolaborasi Intellectual Property (IP) sebagai strategi dari ekonomi kreatif,” ujar Teuku Riefky Harsya usai membuka acara .
Country Marketing and Communications Head Grab Indonesia, Melinda Savitri, menjelaskan bahwa burger menjadi salah satu kategori makanan yang paling banyak diminati konsumen .
“Burger merupakan salah satu pilihan makanan yang sering dipesan dan digemari konsumen karena praktis, familiar, dan terus berkembang melalui berbagai inovasi rasa,” kata Melinda dalam acara pembukaan festival di Jakarta, Jumat (5/6/2026) .
18 Tenant Burger Lokal Siap Memanjakan Lidah
Berbagai tenant burger lokal yang ikut meramaikan festival antara lain :
Aldi’s Burger (milik Aldi Taher sendiri)
Burger Bangor
Munch Club
Burger Garage
The Buffalo
The Good Mess
Biggies BBQ
BuddieBois
NGL
Domino Pizza
Feel Matcha
Shu
Aldi’s Hotdog
Aldi’s Coffee
Beberapa tenant juga menyediakan menu khusus yang hanya tersedia selama festival berlangsung .
Salah satu daya tarik utama festival ini adalah sesi omakase burger date yang dimasak langsung oleh Aldi Taher . Pengunjung yang ingin mencoba harus melakukan reservasi terlebih dahulu melalui aplikasi Grab, karena sesi ini hanya tersedia di jam-jam tertentu, yakni pukul 11.00, 16.00, dan 19.00 .
Dalam sesi talkshow pembukaan Festival Burger Dunia, Aldi Taher mengatakan bahwa event ini bisa menjadi ide nge-date yang menarik bahkan jadi momen lamaran yang unik sekaligus memorable .
“Saya ingin festival ini menjadi tempat yang seru, ramai, dan menyenangkan, bukan hanya untuk makan burger bareng, tetapi juga untuk mendukung teman-teman pelaku kuliner burger agar semakin dikenal,” kata Aldi .
“Semua burger milik Allah,” seloroh Aldi Taher dalam sambutannya, disambut tawa dan tepuk tangan pengunjung .
Selain berburu kuliner, pengunjung juga bisa menikmati berbagai hiburan menarik :
Live podcast bersama para penyiar radio ternama seperti Adit Insomnia, Beryl Rasandavi, hingga Dodo Harahap
Sesi mukbang bersama Farida Nurhan dan Aldo Wijaya
Blind taste challenge bersama Andri Senopati dan Alisha Dira
Jamming session bersama Kayo Project, dengan Aldi Taher yang juga ikut tampil membawakan lagu-lagu andalannya
Game interaktif di booth tenant, seperti gacha dengan hadiah voucher belanja hingga Rp500 ribu, scream challenge di booth Sambal ABC, hingga bola undian di booth Superbank
Tak hanya burger, Aldi Taher juga menghadirkan menu terbarunya, Ayam Goreng Basah, yang debut di festival ini. Hasilnya? Tenant Ayam Goreng Basah tersebut langsung diserbu pengunjung hingga harus antre 3 jam untuk mendapatkan satu porsi .
Menu yang ditawarkan adalah paket “Wakwaw” seharga Rp38.000 per porsi . Paket tersebut berisi nasi (putih atau nasi jeruk), ayam goreng basah (bagian paha), dua jenis sambal (merah dan ijo), serta jukut goreng .
Tim detikFood yang mencoba menu tersebut memuji kelezatan ayam kampung yang empuk dan bumbu yang meresap hingga ke dalam, serta nasi jeruk yang memberikan sensasi segar .
Festival ini menjadi bukti nyata dukungan GrabFood terhadap pertumbuhan UMKM kuliner lokal. Melinda Savitri menjelaskan bahwa festival ini memberikan kesempatan bagi merchant untuk meningkatkan eksposur merek sekaligus mempererat hubungan dengan pelanggan .
“Kami ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang memudahkan konsumen, sekaligus mendukung visibilitas para pelaku usaha kuliner dengan cara yang unik dan relevan dengan kebiasaan konsumen masa kini,” ujar Melinda .
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya pun memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Menurutnya, subsektor kuliner adalah “raja” dari ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia, dengan kontribusi hingga 40,27 persen PDB atau setara hampir Rp648 triliun, serta menyerap 15,58 juta tenaga kerja .
“Kami terus mendorong agar produk IP kuliner seperti burger bisa diberi sentuhan lokal yang unik. Dengan begitu, produk kita tetap relevan, memiliki identitas Indonesia, dan diminati generasi muda,” imbuhnya.
(*/dbs)






