Hana Saraswati Belajar dari Aktor Senior demi Karakter Kembang Desa Era 80-an, Film “Lastri” Jadi Proyek Terakhir Gary Iskak!

Jakarta, ElrolumNews – Dunia perfilman horor Tanah Air kembali kedatangan produk anyar yang siap menggetarkan penonton. Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” resmi meluncurkan trailer dan posternya dalam sebuah acara yang digelar di XXI Pejaten Village, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026). Film yang diproduksi oleh Abelle Pictures ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 16 Juli 2026 .

Film garapan sutradara Hendri Tivo (dikenal juga sebagai Hendri Tjan) ini menempatkan aktris Hana Saraswati sebagai pemeran utama tokoh Lastri. Dalam sesi jumpa pers yang digelar di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Hana mengungkapkan tantangan terberatnya dalam memerankan sosok kembang desa yang hidup di era 1980-an .

“Backstory Lastri ini di tahun 1980-an, sementara aku sendiri belum hidup di masa itu,” ungkap Hana di hadapan awak media .

Karena tidak merasakan langsung masa 1980-an, Hana mengaku harus banyak mengandalkan imajinasi sekaligus bertanya kepada para aktor senior yang terlibat di lokasi syuting .

“Jadi kita lebih mainin imajinasi ya, sama kita tanya-tanya sama yang lebih senior gitu, gimana sih tahun 80-an tuh, gimana perempuan-perempuan kembang desanya tuh kayak apa sih, gitu,” tutur Hana .

Aktris kelahiran 1996 itu percaya bahwa pendalaman karakter terbaik datang dari membaca naskah secara cermat dan membangun chemistry yang kuat dengan sesama pemain. Ia mengaku tidak menggunakan pendekatan yang terlalu rumit dalam membangun persona Lastri di layar lebar.

Selain itu, Hana mengungkapkan bahwa karakter Lastri harus ia bawakan lebih dari sekadar sosok mistis biasa. Ia harus mampu menyampaikan emosi yang mentah dan penuh rasa sakit kepada para penonton .

Lastri bukan sekadar sosok menyeramkan. Dia adalah luka yang tidak pernah sembuh. Dan itu yang membuat dia terus ‘hidup’, ” kata Hana saat ditemui di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (11/6/2026) .

Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” menjadi proyek yang sarat makna emosional. Pasalnya, film ini menjadi salah satu proyek terakhir mendiang aktor senior Gary Iskak sebelum kepergiannya. Dalam film ini, Gary memerankan tokoh Turenggo, seorang juragan tambang pasir yang menjadi suami dari Lastri .

Hana Saraswati mengakui bahwa ia pertama kali berkenalan dengan almarhum Gary Iskak melalui film ini. Awalnya, Hana mengaku sempat merasa segan karena melihat penampilan Gary yang sangar. Namun, kesan itu langsung berubah setelah mereka berinteraksi lebih dekat .

“Pas lihat penampilannya awalnya, wah serem juga nih bapak. Tapi ternyata pas kenal malah nyaman, menyenangkan. Mas Gary itu bukan baik yang basa basi, tapi baiknya tulus, ” ujar Hana mengenang .

Ia mengaku tidak mengalami kesulitan berarti dalam membangun chemistry dengan Gary Iskak karena sifat aktor senior tersebut yang sangat terbuka, mengayomi, dan tulus di lokasi syuting. Hal ini membuat seluruh proses produksi terasa lebih ringan dan menyenangkan .

Aku pengen film ini dikenang dengan baik oleh banyak orang karena ini mungkin salah satu proyek terakhirnya Mas Gary, ” tutup Hana, berharap penonton dapat mengapresiasi karya ini sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi perjalanan karier Gary Iskak di dunia perfilman Indonesia .

Film ini mengisahkan tentang teror yang dialami oleh Atmi (Audy Bella) , seorang perempuan yang dihantui oleh sosok misterius tanpa wujud. Arwah tersebut perlahan terungkap sebagai Lastri yang kembali untuk menuntut balas atas berbagai perlakuan buruk yang pernah ia terima semasa hidup .

Kisah bermula saat Lastri, seorang perempuan cantik yang dikenal sebagai kembang desa, menikah dengan Turenggo (Gary Iskak) , seorang juragan tambang pasir yang disegani. Pernikahan ini menuai kecemburuan dari banyak pihak, terutama Darman (Yama Carlos) , juragan tambang pasir saingan bisnis Turenggo, serta Atmi pada masa mudanya yang juga mencintai Turenggo .

Rumor dan fitnah yang disebarkan oleh Atmi dan Darman perlahan menghancurkan kehidupan rumah tangga Lastri, hingga berujung pada tragedi yang mengubah Lastri menjadi arwah penasaran yang dipenuhi amarah dan dendam .

Trailer film yang ditampilkan dalam acara perilisan mendapat sambutan positif. Berbeda dari film horor pada umumnya yang mengandalkan jumpscare instan, trailer “Lastri” dinilai mampu membangun rasa tidak nyaman yang perlahan merayap, sesuai dengan visi sutradara untuk menciptakan ketakutan yang psikologis dan mendalam .

Produser Joe Richard menegaskan bahwa film ini lahir dari perasaan yang mendalam. “Kami tidak hanya ingin menakut-nakuti. Kami ingin penonton merasakan sesuatu rasa kehilangan, rasa takut, rasa yang tertinggal. Ini film yang kami bangun dengan hati. Dan kami yakin, penonton akan merasakannya,” ujar Joe .

Film “Lastri: Arwah Kembang Desa” dibintangi oleh Hana Saraswati (Lastri), Gary Iskak (Turenggo), Yama Carlos (Darman), Audy Bella (Atmi), serta Ratu MetaRizal DjibranNando HilmyDebby Sahertian dan Ingrid Wijanarto

(*/dbs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

More like this

Wajib Nonton! Drama Baru KBS “Love is Coming” Rilis...

Seoul, ElrolumNews – Stasiun televisi Korea KBS 2TV bersiap merilis drama terbaru berjudul "Love is Coming" yang dijadwalkan tayang pada...

Wardatina Mawa Sembur Isu Menikah Lagi: “Jodoh Itu Bukan...

Jakarta, ElrolumNews – Presenter dan pengusaha sekaligus mantan istri almarhum Ustaz Jefri Al Buchori (Uje), Wardatina Mawa atau akrab disapa...

Usai Resmi Cerai dari Hamish Daud, Raisa Dikabarkan Dekat...

Jakarta, ELrolumNews – Dunia hiburan Tanah Air kembali diramaikan dengan kabar kedekatan penyanyi papan atas Raisa Andriana. Usai...

More

Recomended

Read More