Jakarta, ElrolumNews – Pasar keuangan Indonesia bergerak di zona merah pada perdagangan Rabu (8/7). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 113,12 poin atau 1,89 persen ke level 5.873,37, setelah sebelumnya gagal menembus level psikologis 6.000 . Pelemahan ini sekaligus mengakhiri reli penguatan lima hari beruntun yang sempat mencatatkan akumulasi kenaikan lebih dari 6 persen.
Nilai tukar rupiah juga ikut tertekan. Mengutip Bloomberg, rupiah spot turun 0,19 persen secara harian ke Rp18.014 per dolar AS . Level ini merupakan yang terlemah sejak 10 Juni 2026.
Salah satu pemicu utama pelemahan adalah keputusan S&P Dow Jones Indices (S&P DJI) yang kembali mempertahankan status Bursa Efek Indonesia sebagai Emerging Market, namun memasukkan Indonesia ke dalam Country Classification 2026/2027 Watchlist.
Masuknya Indonesia ke dalam Watchlist 2027 membuka peluang perubahan klasifikasi pada peninjauan tahunan 2027 mendatang. Jika persoalan di pasar modal domestik tidak segera dibenahi, Indonesia berpotensi diturunkan dari Emerging Market menjadi Special Measures/Frontier Market.
S&P DJI menyoroti persoalan transparansi kepemilikan saham sebagai perhatian utama. Minimnya keterbukaan struktur kepemilikan dinilai berdampak pada likuiditas pasar serta mengurangi keandalan mekanisme pembentukan harga saham.
Sentimen negatif juga datang dari meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman dengan Iran telah berakhir, menyusul serangan Iran terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz dan serangan balasan AS yang menargetkan infrastruktur militer Iran.
Eskalasi ini mendorong harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik ke $75,73 per barel dan Brent ke $80,29 per barel . Kenaikan harga minyak menambah tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Analis memproyeksikan IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Kamis (9/7). Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG menguji support di kisaran 5.800–5.745 . Sementara itu, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG berpotensi menguat menguji area 6.083-6.203, namun tetap mencermati peluang koreksi ke kisaran 5.752-5.840.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menambahkan, jika IHSG turun di bawah level 5.871, pelemahan berpotensi berlanjut hingga menguji support di 5.739.
Rekomendasi Saham Hari Ini:
| Analis | Rekomendasi Saham |
|---|---|
| MNC Sekuritas | AKRA, ESSA, MEDC, DEWA |
| Phintraco Sekuritas | PGEO, PGAS, UNTR, ITMG, AALI |
| BRI Danareksa | AKRA, ELSA, PGAS |
| Kiwoom Sekuritas | TLKM |
| BCA Sekuritas | INKP |
Pelaku pasar hari ini juga akan mencermati rilis data Penjualan Ritel Mei 2026 oleh Bank Indonesia pada pukul 10.00 WIB . Sebelumnya, data penjualan ritel tercatat turun 3,7 persen secara tahunan (YoY) . Kelanjutan pelemahan dalam data ini dapat menambah tekanan pada nilai tukar rupiah.
(*/fvs)





