Jambi, ElrolumNews — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Jambi, mengancam kesehatan masyarakat dan mengganggu aktivitas pendidikan. Pemerintah Kota Jambi memutuskan untuk memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) bagi satuan pendidikan di wilayahnya .
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Sultan Thaha Jambi melaporkan bahwa kualitas udara di Kota Jambi masuk kategori tidak sehat dengan indeks polusi udara mencapai 143 . Pembacaan konsentrasi partikulat PM2.5 menunjukkan angka 57 µg/m³, yang berada di atas ambang batas aman bagi kesehatan .
Kepala BMKG Stasiun Sultan Thaha Jambi, Iing, menjelaskan bahwa kabut asap berasal dari titik api yang terbakar di Kabupaten Muaro Jambi dan sekitarnya .
Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Abdi Huda, menyatakan bahwa PJJ akan berlangsung hingga kondisi udara membaik. “Kami telah mengeluarkan surat edaran resmi perpanjangan PJJ, menyusul kondisi kabut asap yang semakin pekat dan berbahaya bagi kesehatan,” ujarnya .
Sekolah diimbau untuk tetap melaksanakan pembelajaran daring secara efektif dan memantau kondisi kesehatan siswa secara berkala.
BPBD Provinsi Jambi dan kabupaten/kota terus melakukan pemadaman dan patroli rutin di daerah rawan kebakaran. Hingga saat ini, total luas lahan terbakar di Provinsi Jambi mencapai 1.115 hektare .
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran lahan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, dan mengurangi kegiatan di luar rumah jika tidak diperlukan.
(*/fvs)





