PEK LIONG PO KIAM: Pertarungan Melawan Naga Hitam yang Mengguncang Dunia Persilatan

Han Liong tidak bisa mempercayai apa yang ia dengar. “Kau… kau kakak tiriku?” Naga Hitam — yang bernama Arya Putra — mengangguk. “Ya. Dan aku telah menghabiskan seluruh hidupku untuk membalas dendam pada keluargamu. Aku membunuh ayahmu — bukan, aku membiarkan Bayangan yang membunuhnya, tetapi aku yang merencanakannya. Aku menghancurkan keluargamu, seperti keluargaku dihancurkan.” Han Liong merasakan amarah yang membara di dadanya. “Kau… kau membunuh ayahku karena dendam? Karena kau tidak bisa menerima bahwa ayahmu memilih ibuku?” Arya Putra tertawa, “Kau tidak akan pernah mengerti. Kau tumbuh dengan cinta, dengan empat guru yang menyayangimu. Aku tumbuh dengan kebencian, dengan rasa sakit yang tak pernah sembuh.”

Pauw Lian melangkah maju, “Kau tidak bisa menyalahkan Han Liong atas apa yang dilakukan ayahnya. Han Liong tidak bersalah!” Arya Putra menatapnya dengan mata tajam, “Kau, pewaris Pedang Hitam. Kau juga tidak lebih baik. Kau dan Han Liong… kalian adalah simbol dari semua yang aku benci. Cinta yang bahagia, keluarga yang utuh. Aku akan menghancurkan kalian berdua!” Ia mengangkat tangannya, dan dari lantai benteng, muncul puluhan prajurit bayangan — lebih besar dan lebih kuat dari yang pernah mereka hadapi sebelumnya. “Hancurkan mereka!” teriaknya. Han Liong dan Pauw Lian bersiap, sementara Putri Lian dan Ken Arok mengatur posisi untuk melindungi satu sama lain.

Pertarungan pun dimulai. Han Liong dan Pauw Lian bertarung melawan prajurit-prajurit bayangan dengan kekuatan penuh. Pedang putih dan hitam mereka menari, menebas, dan menusuk, menghancurkan satu per satu prajurit bayangan. Namun semakin banyak yang muncul, dan mereka mulai kewalahan. Putri Lian menggunakan energi ungu untuk melindungi Ken Arok dari serangan, sementara Ken Arok bergerak cepat untuk melumpuhkan prajurit yang tersisa. “Han Liong! Kita tidak bisa terus seperti ini!” teriak Pauw Lian. Han Liong mengangguk, “Kita harus mencapai Arya Putra! Jika kita mengalahkannya, pasukannya akan lenyap!”

Han Liong melesat ke depan, menerobos kerumunan prajurit bayangan. Pauw Lian mengikutinya, melindungi punggungnya. Mereka berdua berhasil mencapai tangga menuju singgasana Arya Putra. Namun Arya Putra sudah menunggu. Dengan gerakan cepat, ia menyerang Han Liong dengan pedang hitamnya. Han Liong menghindar dan membalas, tetapi Arya Putra jauh lebih kuat dan lebih cepat. “Kau masih terlalu lemah, adikku!” teriaknya sambil menebas. Han Liong terlempar ke belakang, tubuhnya membentur pilar. Pauw Lian berteriak, “HAN LIONG!” Ia melompat menyerang Arya Putra, tetapi Arya Putra dengan mudah menangkis serangannya dan melemparnya ke samping.

Putri Lian dan Ken Arok berhasil melumpuhkan prajurit bayangan yang tersisa dan berlari menuju Han Liong dan Pauw Lian. “Kita harus bersatu!” teriak Putri Lian. “Kekuatan kita berasal dari sumber yang sama — dari Ki Jaya Baya! Jika kita bersatu, kita bisa mengalahkannya!” Han Liong bangkit dengan susah payah, Pauw Lian juga. Mereka berempat berdiri bersama, pedang putih, hitam, dan energi ungu bersinar bersamaan. Arya Putra tertawa, “Kalian pikir persatuan kalian bisa mengalahkanku? Aku telah berlatih selama bertahun-tahun! Aku telah mengorbankan segalanya untuk kekuatan ini!” Namun Han Liong tersenyum, “Kau salah, kakak. Kekuatan sejati bukanlah tentang berapa lama kau berlatih. Ini tentang untuk apa kau berjuang.”

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Episode 5: "Guru yang Hilang dan Misteri Kota Naga"

PEK LIONG PO KIAM: Guru yang Hilang dan Misteri...

Episode 5: "Guru yang Hilang dan Misteri Kota Naga"Sastra/FIksi, ElrolumNews - Setelah pertempuran di Gunung Naga Hitam...

PEK LIONG PO KIAM: Mata Ketiga dan Konspirasi di...

Episode 4: "Mata Ketiga dan Konspirasi Kota Giok"Sastra/Fiksi, ElrolumNews - Setelah berhasil mematahkan kutukan pedang pusaka, Han...

PEK LIONG PO KIAM: Rahasia Desa Kuno yang Mengungkap...

Episode 3: "Rahasia Desa Kuno"Sasra/Fiksi, ElrolumNews - Setelah pertarungan di Kuil Bayangan, Han Liong dan Pauw Lian...

More

Popular

Read More