Jakarta, ELrolumNews — Ribuan petani tebu dari berbagai daerah di Indonesia menggelar aksi demonstrasi di Jakarta Pusat pada Selasa (1/9/2026). Aksi ini digelar oleh Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) sebagai bentuk protes atas belum adanya keputusan pemerintah terkait kenaikan Harga Pokok Penjualan (HPP) gula .
Ketua Umum DPN APTRI, Soemitro Samadikoen, menyatakan bahwa aksi ini merupakan upaya terakhir yang ditempuh karena berbagai upaya perjuangan kenaikan HPP gula petani tahun 2026 sudah dilakukan tetapi belum ada realisasi keputusan .
“Berbagai upaya untuk memperjuangkan kenaikan HPP gula petani tahun 2026 sudah dilakukan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi keputusan. Karena itu, kami memutuskan menempuh upaya terakhir melalui unjuk rasa,” kata Soemitro dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (24/8/2026) .
Kasubsi Penmas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa aksi unjuk rasa digelar di dua lokasi berbeda :
Kawasan Gambir (Jalan Medan Merdeka Selatan) — Aksi dipusatkan di kawasan Patung Kuda, Gambir .
Depan Kantor Kemenko Pangan — Aksi kedua digelar di depan Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI di Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat .
“Unjuk rasa pertama dari Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI) dan beberapa elemen massa di wilayah Gambir. Aksi unjuk rasa titik kedua juga akan digelar oleh Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPN APTRI). Sasaran aksinya bertempat di depan Kantor Menko Pangan RI, Jalan Imam Bonjol,” jelas Erlyn .
Untuk mengawal jalannya aksi, Polres Metro Jakarta Pusat mengerahkan total 1.088 personel gabungan dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan Polsek jajaran . Apel gelar pasukan dilakukan sejak pukul 07.00 WIB di kedua titik aksi .
Polisi juga menyiapkan skema rekayasa arus lalu lintas secara situasional, menyesuaikan dengan dinamika dan eskalasi jumlah massa di lapangan. Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar lokasi unjuk rasa, khususnya di Jalan Medan Merdeka Selatan dan Jalan Imam Bonjol, untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan .
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan beraktivitas melintasi kawasan tersebut untuk berhati-hati dan mencari rute alternatif untuk menghindari kemacetan selama aksi berlangsung,” tutup Erlyn .
Para petani tebu mengusulkan kenaikan HPP gula petani tahun 2026 menjadi Rp 16.875 per kilogram . Usulan tersebut telah disampaikan melalui surat sebanyak tiga kali kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) .
Usulan para petani sudah ditindaklanjuti melalui rapat bersama Bapanas pada bulan Juni 2026 yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan pergulaan nasional. Dalam rapat tersebut, tim survei biaya pokok produksi (BPP) dari berbagai perguruan tinggi menyimpulkan bahwa HPP gula memang perlu dinaikkan karena biaya pokok produksi sudah meningkat. Angka HPP yang dinilai layak minimal berada di kisaran Rp 15.500 per kilogram .
Sekretaris Jenderal DPN APTRI, M Nur Khabsyin, mengatakan bahwa setelah rapat tersebut, para petani masih menunggu keputusan pemerintah tentang kenaikan HPP. Namun, sampai saat ini, pemerintah belum memberi keputusan .
Beberapa kali pertemuan dan rapat koordinasi terbatas untuk menentukan HPP gula dijadwalkan namun tidak kunjung terlaksana karena berbagai alasan, termasuk jadwal Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang belum dapat bertemu.
(*/fvs)





