Jakarta, ElrolumNews – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali mencatatkan rekor terendah sepanjang masa pada perdagangan Selasa (9/6/2026). Berdasarkan kurs transaksi Bank Indonesia (BI) pagi ini, rupiah berada di level Rp18.261,85 per dolar AS, melemah 132,66 poin dibandingkan posisi Senin (8/6/2026) yang masih Rp18.129,19 .
Angka ini sekaligus memecahkan rekor terendah sebelumnya yang terjadi pada saat krisis moneter 1998, di mana rupiah sempat menyentuh level Rp16.800 per dolar AS .
Sepanjang tahun 2026, rupiah telah melemah lebih dari 7 persen dan dinobatkan sebagai mata uang dengan kinerja terburuk di Asia oleh Bloomberg News . Pelemahan ini dipicu oleh kombinasi faktor eksternal dan domestik.
“Dari eksternal, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang berkepanjangan masih membayangi, di samping itu permintaan valuta asing di dalam negeri juga masih tinggi,” ujar ekonom Senior Bank Mandiri, Fauzi Ichsan, Selasa (9/6/2026).
Selain itu, aliran keluar investasi portofolio asing dari pasar keuangan Indonesia juga terus berlanjut. Data BI menunjukkan capital outflow yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir .
Mengutip data kurs di beberapa bank besar pada Selasa pagi (9/6/2026) pukul 10.29 WIB, berikut nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
| Bank | Harga Beli | Harga Jual |
|---|---|---|
| BCA (e-Rate) | Rp18.185 | Rp18.205 |
| Bank Mandiri (Special rate) | Rp18.160 | Rp18.190 |
| BCA (TT Counter) | Rp17.975 | Rp18.250 |
| Bank Mandiri (TT Counter) | Rp17.950 | Rp18.250 |
Catatan: Kurs dapat berubah sewaktu-waktu selama proses transaksi.
Tidak hanya terhadap dolar AS, rupiah juga melemah terhadap sejumlah mata uang asing lainnya. Berikut perbandingan kurs terhadap beberapa mata uang asing :
| Mata Uang | Kurs Jual (9/6/2026) | Perubahan vs Senin |
|---|---|---|
| Dolar Singapura (SGD) | Rp14.157,57 | Melemah 36,06 poin |
| Yuan China (CNY) | Rp2.692,14 | Melemah 15,14 poin |
| Bath Thailand (THB) | Rp555,58 | Melemah 0,02 poin |
Sementara itu, rupiah tercatat menguat terhadap sejumlah mata uang lainnya:
| Mata Uang | Kurs Jual (9/6/2026) | Perubahan vs Senin |
|---|---|---|
| Euro (EUR) | Rp21.034,00 | Menguat 55,69 poin |
| Poundsterling Inggris (GBP) | Rp24.341,22 | Menguat 37,1 poin |
| Ringgit Malaysia (MYR) | Rp4.488,04 | Menguat 12,75 poin |
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, sebelumnya menyatakan bahwa pelemahan rupiah terjadi lebih dalam dari perkiraan semula.
“Gejolak global yang terus berlanjut, permintaan valas dalam negeri yang masih tinggi, serta berlanjutnya aliran keluar investasi portofolio asing menjadi faktor utama tekanan terhadap rupiah,” ujarnya .
Dengan kondisi ini, BI memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan menjadi 5,50% pada hari yang sama untuk memperkuat stabilitas nilai tukar.
Pengamat ekonomi, Faisal Basri, mengingatkan bahwa pelemahan rupiah yang berkelanjutan akan berdampak pada sektor riil.
“Kenaikan biaya impor bahan baku akan membebani industri manufaktur. Jika ini terus berlanjut, ancaman PHK di sektor padat karya bukan tidak mungkin terjadi,” ujarnya.
(*/dbs)






