London, ElrolumNews – Kabar baik datang dari pasar keuangan Eropa. Bursa ekuitas kawasan ini kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada Selasa (16/6/2026), memperpanjang reli yang dimulai sehari sebelumnya. Katalis utamanya: kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran yang berpotensi mengakhiri konflik dan membuka kembali arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz .
Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup naik 0,25 persen atau 1,56 poin ke level 636,00 . Ini merupakan rekor penutupan tertinggi sepanjang sejarah, melampaui puncak sebelumnya yang tercatat pada 27 Februari 2026, sehari sebelum perang pecah .
Sentimen positif di pasar ditopang oleh kejatuhan harga minyak dunia untuk hari keempat berturut-turut. Harga minyak Brent diperdagangkan di kisaran USD82 per barel, level terendah dalam tiga bulan . Perkembangan ini dinilai sangat menguntungkan bagi Eropa sebagai kawasan yang sangat bergantung pada impor energi .
Penurunan harga minyak membantu meredakan kekhawatiran inflasi yang sebelumnya mendorong ekspektasi pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut . Analis menyebut investor sebaiknya melihat perkembangan ini sebagai meredanya risiko geopolitik sekaligus menurunnya ancaman skenario terburuk berupa resesi global maupun guncangan inflasi berkepanjangan .
Di tengah membaiknya prospek ekonomi, sektor-sektor yang umumnya berkinerja baik pada periode kepastian ekonomi mencatat penguatan signifikan :
| Sektor | Kenaikan |
|---|---|
| Sektor Perbankan | +1,7% (tertinggi sejak Januari 2008) |
| Sektor Barang & Jasa Industri | +1,1% |
| Sektor Otomotif | +2,6% |
| Sektor Pertahanan | +1,3% |
Saham maskapai penerbangan seperti Lufthansa dan Air France masing-masing melonjak 4,5 persen dan 3,4 persen . Sementara itu, saham Renault Group melejit 3,7 persen setelah mengumumkan kerja sama dengan Thales untuk mengembangkan kendaraan militer .
Bursa regional utama juga menghijau :
| Indeks | Perubahan | Level |
|---|---|---|
| DAX Jerman | +0,07% | 24.910,41 |
| FTSE 100 Inggris | +0,61% | 10.494,21 |
| CAC Prancis | +0,75% | 8.447,27 |
Manajer Portofolio Multi-Aset Edmond de Rothschild Asset Management, Nabil Milali, mengatakan investor sebaiknya melihat perkembangan ini sebagai meredanya risiko geopolitik sekaligus menurunnya ancaman skenario terburuk .
“Investor akan melakukan hal yang benar dengan melihat melampaui ini dan menyambut hilangnya risiko geopolitik dan, dengan itu, skenario buruk dari resesi global atau guncangan inflasi yang berkepanjangan,” ujar Milali .
Di sisi lain, kekhawatiran investor kembali muncul terhadap meningkatnya ketergantungan perusahaan teknologi pada pendanaan berbasis utang. Saham STMicroelectronics anjlok 4,1 persen setelah mengumumkan rencana penerbitan obligasi konversi senilai USD1,5 miliar, menekan sektor teknologi dalam STOXX 600 yang ditutup melorot 1,7 persen.
(*/dbs)






