New Delhi, ELrolumNews – Pemerintah India mengambil langkah darurat dengan memblokir akses ke aplikasi pesan Telegram pada Selasa (16/6/2026) menjelang ujian ulang masuk perguruan tinggi kedokteran nasional (NEET), menyusul skandal besar kebocoran soal ujian bulan lalu .
Kementerian Elektronik India mengeluarkan perintah yang membatasi akses ke Telegram hingga sehari setelah ujian ulang pada 22 Juni. Fitur edit pesan, yang memungkinkan pengguna mengubah postingan yang ada, juga akan tetap dibatasi hingga 30 Juni .
Badan Pengujian Nasional India (NTA) menyatakan kedua langkah tersebut diambil demi kepentingan ketertiban umum, sebagai respons terhadap penggunaan platform secara terorganisir oleh kelompok-kelompok curang untuk menipu para kandidat .
Ujian Masuk Kualifikasi Nasional (NEET) adalah salah satu ujian paling kompetitif di India, yang menarik lebih dari dua juta calon dokter setiap tahunnya .
Ujian NEET dibatalkan pada Mei 2026 menyusul tuduhan soal ujian telah bocor sebelumnya, termasuk laporan bahwa soal tersebut telah diedarkan melalui Telegram .
Biro Investigasi Pusat India telah menangkap “dalang” yang diduga di balik kebocoran tersebut, dan menyebutnya sebagai dosen kimia yang terlibat dalam proses ujian untuk NTA. P.V. Kulkarni, seorang dosen kimia yang memiliki akses ke soal ujian, ditangkap dari Pune dan diduga mengadakan kelas bimbingan khusus di rumahnya, mendiktekan soal dan jawaban kepada siswa yang membayar hingga ratusan ribu rupee .
Langkah ini menuai kritik dari pegiat hak digital. Internet Freedom Foundation (IFF) menyebut pemblokiran Telegram sebagai solusi “plester” dan tidak efektif . Sementara itu, Partai Kongres menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan Dharmendra Pradhan, menuding pemerintah gagal mengatasi akar masalah kebocoran ujian.
(*/dbs)






