BREAKING: Perbatasan Memanas! Israel Tingkatkan Serangan Udara ke Lebanon Selatan, 12 Warga Sipil Tewas Termasuk Bocah Suriah!

Beirut, ELrolumNews – Ketegangan di perbatasan selatan Lebanon-Israel terus memuncak. Serangan udara Israel pada Senin (8/6/2026) dan Selasa (9/6/2026) menewaskan sedikitnya 12 orang di Lebanon selatan, termasuk seorang bocah perempuan Suriah, kata Kementerian Kesehatan Lebanon .

Serangan ini terjadi di tengah upaya diplomatik yang sedang berlangsung antara AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan damai yang lebih luas.

Pusat Operasi Darurat Kesehatan Masyarakat Lebanon melaporkan bahwa serangan sebelum fajar di Zefta, Distrik Nabatieh, menewaskan tujuh orang. Korban termasuk seorang warga Suriah dan seorang wanita, serta melukai delapan lainnya .

Dalam serangan terpisah, satu orang tewas dan beberapa lainnya terluka di kota selatan Kharayeb. Sementara itu, serangan yang menargetkan sebuah kendaraan di Distrik Tirus menewaskan empat orang. Total korban tewas dalam 24 jam terakhir mencapai setidaknya 12 jiwa, dengan puluhan lainnya luka-luka .

Yang paling mengkhawatirkan adalah perintah evakuasi yang dikeluarkan oleh juru bicara berbahasa Arab militer Israel, Avichay Adraee, untuk seluruh kota pesisir selatan Tirus. Ini adalah pertama kalinya perintah evakuasi mencakup kawasan Kristen di kota kuno tersebut, yang selama ini relatif aman dari serangan .

“Untuk keselamatan Anda, Anda harus segera mengungsi dari rumah Anda dan menjauh dari desa dan kota setidaknya 1.000 meter ke area terbuka,” tulis Adraee di platform X .

Adraee memperingatkan bahwa kehadiran warga sipil di dekat “elemen Hizbullah” membahayakan nyawa mereka, dan setiap bangunan yang digunakan oleh Hizbullah untuk tujuan militer dapat menjadi sasaran .

Foto-foto yang beredar di media sosial menunjukkan warga sipil, termasuk keluarga dengan anak-anak, berbondong-bondong meninggalkan kota dengan mobil, truk, dan gerobak yang penuh sesak dengan barang-barang rumah tangga. Tempat penampungan di daerah utara dilaporkan telah mencapai kapasitas penuh, memaksa banyak pengungsi untuk tidur di dalam mobil atau tenda darurat .

Konflik di Lebanon selatan telah merenggut ribuan korban jiwa sejak dimulai pada bulan Maret 2026. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa lebih dari 3.600 orang telah tewas dan lebih dari 11.100 terluka akibat serangan Israel sejak eskalasi Maret. Lebih dari satu juta orang juga telah mengungsi dari rumah mereka .

Di pihak Israel, militer mengumumkan bahwa sedikitnya 29 tentara telah tewas dalam pertempuran di Lebanon selatan, selain satu kontraktor sipil. Dua tentara Israel, Kapten Shahar Gamla (23) dan Sersan Ohad Yaari (21), tewas dalam dua hari terakhir .

Dalam rapat kabinet keamanan Israel pada Senin malam, sejumlah menteri dari sayap kanan mengeluarkan seruan radikal sebagai pembalasan atas serangan drone Hizbullah.

Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, dengan lantang menyerukan agar Israel “mempertimbangkan pendudukan wilayah (Lebanon), membunuh banyak teroris, dan menangkap perempuan serta anak-anak mereka.” Ia menambahkan, “Inilah yang paling menyakiti mereka” .

Menteri Urusan Permukiman, Orit Strock, juga menyerukan pendudukan wilayah di Lebanon selatan. Sementara itu, Menteri Kebudayaan dan Olahraga, Miki Zohar, mendesak eskalasi serangan udara di pinggiran selatan Beirut, Dahiyeh, yang merupakan benteng Hizbullah .

“Lain kali Hizbullah menembaki kota-kota Israel, kami akan segera menyerang Dahiyeh,” ancam Zohar dalam wawancara radio lokal Israel .

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, meskipun dilaporkan berusaha menahan diri di bawah tekanan AS agar tidak menggagalkan negosiasi damai dengan Iran, telah memperingatkan bahwa “nasib Dahiyeh di Beirut adalah nasib kota-kota di utara Israel.”

Perlu dicatat bahwa serangan ini terjadi meskipun ada perjanjian gencatan senjata yang ditengahi AS pada bulan April dan diperbarui pada awal Juni, yang seharusnya menghentikan permusuhan. Namun, kedua belah pihak saling menuduh melakukan pelanggaran, dan pertempuran terus berlanjut hampir setiap hari .

Serangan terbaru ini terjadi sehari setelah Iran meluncurkan sekitar 30 rudal ke wilayah Israel pada hari Minggu (7/6/2026), yang memicu serangan balasan Israel ke Iran. Iran mengatakan pihaknya akan menghentikan serangan dengan syarat Israel menghentikan serangan di Lebanon .

Sementara itu, pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon selatan (UNIFIL) mengeluarkan pernyataan yang mendesak kedua belah pihak untuk menahan diri dan mematuhi hukum humaniter internasional.

(*/dbs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

More like this

Prabowo Panggil 7 Menteri ke Kertanegara, Perintahkan Rosan Buka-bukaan...

Jakarta, ELrolumNews – Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediaman pribadinya...

BREAKING UPDATE: Korban Gempa Filipina Bertambah Jadi 55 Tewas,...

Manila, Filipina, ElrolumNews - Kabar duka terus berdatangan dari negara tetangga Filipina. Angka korban tewas akibat gempa bumi...

BREAKING! Trump Klaim Tewaskan Pemimpin Geng Tren de Aragua...

Washington DC, ELrolumNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keberhasilan operasi militer yang menewaskan pemimpin geng kriminal...

More

Recomended

Read More