Jendela yang Terbuka dan Mikroskop yang Mengubah Biologi: Ketika Seorang Pedagang Kain Melihat Dunia yang Tak Terlihat

History, ElrolumNewsTahun 1665, seorang polimatik Inggris bernama Robert Hooke menerbitkan buku laris Micrographia. Buku ini berisi ilustrasi detail dari objek-objek yang ia amati dengan mikroskop majemuk buatannya—termasuk gambar sel gabus yang pertama kali melahirkan istilah “sel” . Namun pada masa yang hampir bersamaan, di Belanda, seorang pria tak berpendidikan formal justru mendorong teknologi ini ke level yang jauh lebih tinggi. Antonie van Leeuwenhoek, seorang pedagang kain dari Delft, berhasil menciptakan mikroskop tunggal dengan lensa yang kemampuannya melampaui semua yang pernah dibuat para ilmuwan terkemuka.

Yang memulai segalanya? Sebuah jendela yang terbuka, cahaya matahari yang masuk, dan keingintahuan seorang pengrajin lensa yang tidak pernah puas.

illustration of a 17th-century Dutch workshop, a man in merchant clothing holding a small microscope up to a sunlit window

Van Leeuwenhoek lahir pada 1632 di Delft, Belanda . Ia memiliki sedikit pendidikan formal dan pada usia 16 tahun magang di toko kain . Di sinilah ia pertama kali melihat mikroskop dasar—pada dasarnya sebuah kaca pembesar yang dipasang di atas dudukan. Sebagai pedagang kain, ia menggunakan lensa untuk memeriksa kualitas benang dan serat kain.

Namun van Leeuwenhoek tidak berhenti di situ. Pada sekitar usia 35 tahun, ia mulai mengasah lensa secara serius sebagai hobi . Berbeda dengan ilmuwan lain yang menggunakan mikroskop majemuk (dua lensa atau lebih), ia memilih mikroskop tunggal dengan satu lensa kecil berkualitas tinggi.

“Leeuwenhoek mengambil peluang yang entah bagaimana tidak berkembang pada 1660-an dan mendorongnya ke hasil terbaik yang mungkin,” kata Tiemen Cocquyt, kurator di Museum Boerhaave.

Antonie van Leeuwenhoek in 17th-century Dutch clothing

Salah satu kejeniusan van Leeuwenhoek terletak pada metode iluminasinya. Karena mikroskopnya berbentuk genggam, ia bisa menggunakan cahaya latar dengan memegangnya di depan jendela yang terbuka atau sumber cahaya lainnya . Sementara mikroskop meja para ilmuwan lain hanya bisa diterangi dari atas—cocok untuk objek buram seperti sengatan lebah, tapi tidak untuk sampel transparan seperti air kolam.

Van Leeuwenhoek mengisi kapsul kaca kecil dengan sampel cair, menempelkannya pada pin mikroskop, dan mengangkat alat itu ke arah cahaya. Dengan demikian, ia bisa melihat organisme mikroskopis yang tak pernah terlihat sebelumnya .

Sebuah laporan tahun 2022 di WIRED mencatat bahwa ia bahkan menggunakan cahaya lilin di malam hari untuk mengamati spesimen . Seorang rival ilmiahnya, Johannes Hudde, kemudian berkomentar: “Bukankah mengejutkan bahwa kita tidak pernah berpikir untuk menggunakan lensa bola ini untuk mengamati benda-benda kecil di bawah sinar matahari, dan bahwa orang yang tidak berpendidikan dan bodoh seperti van Leeuwenhoek yang harus mengajari kita hal ini?”

illustration of a hand holding a simple brass microscope up to a window, light passing through a water sample

Van Leeuwenhoek mengembangkan antara 350 hingga 500 lensa sepanjang hidupnya . Setiap lensa dibuat dengan memanaskan filamen kaca tipis sampai membentuk bola kecil—sebuah teknik yang dijelaskan oleh Hooke dalam Micrographia, tapi van Leeuwenhoek menyempurnakannya .

Perbesarannya mencapai 50x hingga 300x , dan beberapa lensa yang masih ada mencapai 266x . Beberapa sejarawan bahkan percaya ia mampu mencapai 500x . Untuk ukuran abad ke-17, ini adalah pencapaian yang luar biasa.

Tapi ada misteri yang belum terpecahkan: para ilmuwan modern masih tidak yakin kombinasi pencahayaan dan teknik lain apa yang ia gunakan untuk mencapai pengamatan sedetail itu.

illustration of a 17th-century brass microscope, single lens mounted between two metal plates

Pada 1673, seorang dokter Delft bernama Reinier de Graaf memperkenalkan van Leeuwenhoek ke Royal Society di London dengan catatan yang menyebutnya sebagai “orang yang paling cerdik… yang telah merancang mikroskop yang jauh melampaui yang pernah kita lihat” .

Van Leeuwenhoek mulai menulis surat-surat panjang ke Royal Society—total 190 surat selama hidupnya . Dalam surat-surat inilah ia mengungkapkan dunia yang sebelumnya tak terlihat:

  • 1674: Pertama kali mengamati protozoa 

  • 1677: Menjabarkan spermatozoa dari serangga, anjing, dan manusia 

  • 1683: Menggambarkan bakteri dari mulut manusia—manusia pertama yang melihat bakteri 

  • Sel darah merah, aliran darah di kapiler, struktur lensa mata, dan parthenogenesis pada kutu daun 

Ia menyebut organisme mikroskopis ini sebagai “animalcules”—”hewan kecil” . Terkadang ia menyebut mereka dengan sebutan sederhana: “teman kecil”.

illustration of a 17th-century scientist at a desk, writing a letter to the Royal Society, surrounded by drawings of microscopic organisms he observed

Pada awalnya, para ilmuwan Royal Society meragukan van Leeuwenhoek. Bagaimana mungkin seorang pedagang kain tanpa pendidikan formal bisa melihat hal-hal yang tidak bisa dilihat oleh para ahli? 

Tapi setelah penemuannya dikonfirmasi oleh otoritas ilmiah dan agama, ia diterima. Pada 1680, van Leeuwenhoek terpilih sebagai Fellow Royal Society . Hingga hari ini, ia diakui sebagai “Bapak Mikrobiologi”.

illustration of the Royal Society meeting in 17th-century London, scientists examining a letter from van Leeuwenhoek

Van Leeuwenhoek tidak menemukan mikroskop . Tapi ia menyempurnakannya—dan membuka pintu ke dunia yang tak terlihat oleh mata manusia . Tanpa penemuannya, kita mungkin masih hidup dalam ketidaktahuan tentang bakteri, virus, dan sel.

Berkat keingintahuannya—dan sebuah jendela yang terbuka untuk cahaya—dunia biologi berubah selamanya.

Dan pertanyaan kecil tetap bergema: Bagaimana jika jendela itu tidak pernah terbuka? Bagaimana jika ia tidak pernah memegang lensa ke arah cahaya?

Meskipun van Leeuwenhoek sering disebut sebagai “penemu mikroskop”, mikroskop pertama sebenarnya dibuat oleh Hans Janssen dan putranya Zacharias Janssen pada 1590-an . Kejeniusan van Leeuwenhoek terletak pada kemampuannya membuat lensa berkualitas tinggi dan metode iluminasinya yang memungkinkan pengamatan sampel transparan seperti air kolam dan infus . Ia membuat ratusan mikroskop, dan beberapa di antaranya terjual di lelang hingga £313.250 (sekitar $491.000).

Artikel ini adalah bagian dari seri “Momen Sepele yang Mengubah Dunia”. Pantau terus rubrik sejarah kami untuk edisi-edisi berikutnya.

(el)

SUMBER DAN RUJUKAN
  1. WIRED – Analisis mendalam tentang teknik iluminasi van Leeuwenhoek dan pengakuan rivalnya Johannes Hudde .
  2. Britannica – Biografi lengkap van Leeuwenhoek, penemuannya, dan pengakuan sebagai “Bapak Mikrobiologi” .
  3. American Society for Biochemistry and Molecular Biology – Van Leeuwenhoek sebagai manusia pertama yang melihat bakteri dan penemuannya tentang “animalcules” .
  4. The Conversation – Van Leeuwenhoek sebagai “Bapak Mikrobiologi” dan penemuan dunia mikroskopis .
  5. Liberty University – Jumlah mikroskop dan lensa yang dibuat van Leeuwenhoek, serta perbesarannya .
  6. Wikipedia Bahasa Indonesia – Informasi tentang mikroskop van Leeuwenhoek dan jumlah lensa yang ia buat .
  7. Kompas.com – Sejarah mikroskop dan peran van Leeuwenhoek dalam perkembangannya .
  8. Physics Today – Biografi van Leeuwenhoek dan penemuan protozoa dan bakteri .

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Illustrasi

Korek Api yang Membakar Perpustakaan Alexandria: Ketika Api Kecil...

History, ElrolumNews - Bayangkan sebuah perpustakaan yang menyimpan seluruh pengetahuan dunia kuno. Ribuan gulungan papirus berisi karya...
Ilustrasi

Kesalahan Hitung yang Menghancurkan Perusahaan: Ketika Angka Salah Mengubah...

History, ElrolumNews - Bayangkan ini: seorang pegawai di sebuah perusahaan sekuritas Korea Selatan sedang memasukkan data untuk...
Illustrasi

Kertas Toilet yang Mengubah Peradaban: Ketika Lembaran Tipis Menjadi...

History, ElrolumNews - Bayangkan dunia tanpa kertas toilet. Sulit, bukan? Tapi selama ribuan tahun, manusia hidup tanpa...

More

Recomended

Read More