History, ElrolumNews – Bayangkan ini: seorang pegawai di sebuah perusahaan sekuritas Korea Selatan sedang memasukkan data untuk transaksi opsi. Ia bermaksud memasukkan angka “365” untuk sisa hari dalam perhitungan bunga. Tapi jarinya terpeleset. Ia mengetik “0”. Dalam waktu 143 detik, perusahaan itu bangkrut.
Itu bukan cerita fiksi. Itu adalah kisah nyata Hanmag Securities pada 2013—salah satu contoh paling ekstrem dari “kesalahan sepele” yang menghancurkan sebuah perusahaan . Sebuah kesalahan kecil, satu angka yang salah ketik, menghapus perusahaan yang telah berdiri selama bertahun-tahun hanya dalam hitungan menit.
Pada musim dingin 2013, seorang pegawai Hanmag Securities sedang memasukkan data untuk transaksi opsi berbasis bunga . Ia ingin memasukkan angka 365—jumlah hari dalam setahun—untuk perhitungan suku bunga. Tapi jarinya salah menekan tombol. Angka yang masuk ke sistem adalah 0.
Akibatnya, algoritma perdagangan Hanmag menganggap semua opsi di pasar terlalu murah dan mulai membeli dan menjual secara agresif. Dalam 143 detik, kerugian membengkak hingga 46,2 miliar won (sekitar US$39 juta) . Pegawai itu berusaha menghentikan sistem, tapi sudah terlambat.
Hanmag Securities berusaha meminta keuntungan yang diperoleh pihak lain untuk dikembalikan. Beberapa bursa domestik mengembalikan dana, tapi hedge fund asal AS, Cashia Capital, menolak. Hanmag Securities pun bangkrut dan lenyap dari pasar.
Pada 2012, raksasa perbankan JPMorgan Chase mengalami kerugian US$6 miliar akibat sebuah kesalahan di Excel . Seorang pegawai sedang mentransfer data antar spreadsheet untuk model “Value-at-Risk” (VaR)—model yang digunakan untuk mengukur risiko investasi. Alih-alih menggunakan rata-rata, ia secara tidak sengaja menggunakan penjumlahan total .
Akibatnya, risiko yang seharusnya terlihat besar justru tampak kecil. Para trader di unit Chief Investment Office mengambil risiko yang lebih besar dari yang seharusnya, tanpa menyadari bahwa model mereka tidak berfungsi dengan benar .
Laporan internal JPMorgan setebal 129 halaman mengungkap bahwa modeler yang bertanggung jawab bekerja di bawah tekanan dari para trader untuk mempercepat proses review . Kesalahan kecil di Excel, tekanan dari atasan, dan kurangnya pengawasan—kombinasi sempurna untuk bencana.

Pada 2012, Knight Capital—salah satu market maker terbesar di Wall Street—mengalami salah satu kesalahan perdagangan paling mahal dalam sejarah .
Seorang insinyur lupa memperbarui salah satu dari delapan server saat menerapkan sistem perdagangan baru. Server yang tidak diperbarui itu secara tidak sengaja mengaktifkan algoritma lama yang seharusnya dihapus—algoritma yang dirancang untuk “beli tinggi, jual rendah” dalam pengujian . Dalam 45 menit, algoritma yang salah itu melakukan perdagangan di 150 saham, menghabiskan US$440 juta**—sekitar **US$8,8 juta per menit.
Knight Capital, yang pernah menjadi raksasa di Wall Street, dipaksa menjual dirinya ke pesaing dengan harga murah. Kesalahan satu server—yang tampak sepele—menghancurkan perusahaan.

Pada 2009, NZ Farming Systems Uruguay (NZFSU), sebuah perusahaan peternakan Selandia Baru, mengirimkan laporan keuangan tahunan ke bursa saham . Di dalam laporan itu, tersembunyi sebuah catatan yang tidak seharusnya terlihat:
“Depreciation – fudge this to equal depn in FA note 112391…”∗(∗”Depresiasi−curangiiniagarsamadengandepresiasidicatatanFA11 2391 …”)
Bursa saham NZX meminta penjelasan. Perusahaan mengklarifikasi bahwa itu hanyalah “catatan pribadi” seorang karyawan saat menyusun draf awal—sebuah pengingat untuk membulatkan angka. Tapi catatan itu secara tidak sengaja tertinggal di laporan final .
Meskipun angka-angka itu akurat, skandal ini merusak reputasi perusahaan. Sebuah kata “fudge” yang tertinggal di spreadsheet—sebuah kesalahan yang tampak sepele—menjadi berita utama di seluruh negeri.

Kisah Hanmag Securities, Knight Capital, JPMorgan Chase, dan NZFSU memiliki benang merah yang sama: kesalahan yang tampak sepele—satu angka, satu formula, satu catatan—dapat menghancurkan perusahaan, merusak reputasi, dan mengubah hidup ribuan karyawan.
Para ahli spreadsheet dari European Spreadsheet Risks Interest Group (EuSpRIG) telah memperingatkan bahwa kesalahan spreadsheet adalah masalah yang meluas. Dalam studi yang menganalisis 25 spreadsheet dari lima organisasi berbeda, mereka menemukan 381 isu, 177 kesalahan terkonfirmasi, dan 70 di antaranya memiliki dampak kuantitatif yang signifikan . Beberapa kesalahan mencapai dampak absolut lebih dari US$100 juta .

Sejarah bisnis penuh dengan “momen sepele” yang berakhir dengan bencana. Seorang pegawai di Hanmag Securities mengetik “0” bukan “365”—dan perusahaannya lenyap dalam 143 detik. Seorang modeler di JPMorgan menggunakan sum bukan rata-rata—dan US$6 miliar menguap. Seorang insinyur di Knight Capital lupa memperbarui satu server—dan US$440 juta habis dalam 45 menit. Satu kata “fudge” yang tertinggal di laporan—dan reputasi perusahaan tercoreng.
Kesalahan-kesalahan ini bukanlah hasil dari kebodohan. Itu adalah hasil dari manusia yang bekerja di bawah tekanan, sistem yang terlalu kompleks, dan ketidakmampuan kita untuk melihat kesalahan kita sendiri—terutama saat kita yakin bahwa kita sudah benar.
Dan pertanyaan kecil tetap bergema: Bagaimana jika Hanmag Securities memiliki sistem verifikasi otomatis? Bagaimana jika JPMorgan memiliki prosedur peer review yang lebih ketat? Berapa banyak perusahaan yang masih berdiri, dan berapa banyak lagi yang akan jatuh karena satu kesalahan?
Kesalahan spreadsheet dan “fat finger” adalah masalah yang jauh lebih luas daripada yang diakui publik. Studi menunjukkan bahwa orang yang ahli dalam pembuatan spreadsheet justru lebih rentan membuat kesalahan besar—karena mereka menciptakan model yang sangat kompleks dan memiliki kepercayaan diri yang berlebihan terhadap hasil kerja mereka . Para ahli ini sering tidak memeriksa ulang pekerjaan mereka dengan kritis, dan orang lain jarang berani mempertanyakan hasil kerja mereka.
Penelitian dari EuSpRIG menunjukkan bahwa dalam 25 spreadsheet yang mereka analisis, terdapat 177 kesalahan terkonfirmasi, dan beberapa di antaranya memiliki dampak absolut lebih dari US$100 juta . JPMorgan Chase, Hanmag Securities, dan Knight Capital hanyalah puncak gunung es—ribuan perusahaan lain mengalami kerugian serupa tanpa menjadi berita utama.
Sejarah mengajarkan kita bahwa dalam dunia bisnis, satu angka yang salah dapat mengubah segalanya. Dan dalam dunia yang semakin tergantung pada data dan algoritma, “momen sepele” seperti ini akan terus terjadi—kecuali jika kita belajar untuk memeriksa, memverifikasi, dan tidak pernah terlalu percaya diri dengan angka-angka kita.
Artikel ini adalah bagian dari seri “Momen Sepele yang Mengubah Dunia”. Pantau terus rubrik sejarah kami untuk edisi-edisi berikutnya.
(el)
SUMBER DAN RUJUKAN
LinkedIn / Greg Pierce (2024) – Kesalahan Excel di JPMorgan Chase yang menyebabkan kerugian US$6 miliar pada 2012 .
IEEE Computer Society (2009) – Studi tentang 381 isu dalam 25 spreadsheet, 177 kesalahan terkonfirmasi, 70 dampak signifikan .
Yonhap Infomax (2026) – Sejarah “fat finger” termasuk Hanmag Securities (143 detik, 46,2 miliar won) dan Knight Capital (US$440 juta) .
NZ Herald (2009) – Skandal “fudge this” di laporan keuangan NZ Farming Systems Uruguay .
LinkedIn / Erik Lidman (2025) – Analisis tentang kesalahan Excel di JPMorgan dan dampaknya .
Genbeta (2025) – 7 kesalahan Excel yang menyebabkan kerugian miliaran, termasuk TransAlta dan lainnya .
EuSpRIG / SOA (2015) – Analisis tentang kesalahan spreadsheet dari para ahli dan pentingnya verifikasi .





