Pandeglang, ELrolumNews — Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui pemantauan jaringan operator dan sistem monitoring spektrum radio membantu pencarian lima jurnalis, dua awak kapal, dan satu pemandu yang hilang di Selat Sunda .
Wakil Menteri Komdigi, Nezar Patria, saat meninjau posko SAR di Carita, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk mendeteksi sinyal BTS di sekitar Selat Sunda. Hasil pemantauan menunjukkan kontak terakhir terjadi pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi, dekat Gunung Anak Krakatau .
“Kami mendapatkan informasi dari operator dan sudah diserahkan ke tim SAR untuk ditindaklanjuti. Titik kontak terakhir ada di Pulau Sebesi,” ujar Nezar .
Memasuki hari kelima, tim SAR gabungan mengerahkan 14 kapal dan 1 helikopter . Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengungkapkan bahwa tim menemukan sejumlah barang di selatan Gunung Anak Krakatau.
“Kami menemukan dua helm, dua pelampung berwarna oranye dan merah, serta satu drum biru. Semua barang tersebut masih dalam proses identifikasi dan belum dapat dipastikan milik korban,” ujar Al Amrad .
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, yang turun langsung meninjau operasi pencarian, menyatakan bahwa tim telah menyisir sejauh 80 mil dengan jarak tempuh sekitar 140 kilometer selama delapan jam perjalanan.
“Kita memantau sekaligus mencari keberadaan rekan-rekan kita. Hasil hari ini masih nihil, kita tidak menjumpai keberadaan mereka,” ujar Hengki usai meninjau operasi pencarian di Dermaga Ciwandan, Banten .
Delapan orang yang hilang terdiri dari kapten kapal Warta (55), ABK Surakman (60), guide Heriyanto (49), serta lima jurnalis: M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (jurnalis freelance).
(fvs)





