Nissan-Honda Perkuat Kerja Sama Teknologi! Kembangkan ECU dan OS Bersama untuk Mobil Generasi Baru Mulai 2029, Hadapi Tekanan BYD dan Tesla

TOKYO, ElrolumNews — Dua raksasa otomotif Jepang, Nissan Motor dan Honda Motor, resmi memperkuat kerja sama di bidang teknologi kendaraan. Keduanya sepakat mengembangkan bersama electronic control unit (ECU) standar dan sistem operasi untuk kendaraan berbasis perangkat lunak atau software-defined vehicles (SDV) .

Kesepakatan yang diumumkan pada Senin (31/8) ini menjadi langkah terbaru Nissan dan Honda untuk mempercepat pengembangan teknologi kendaraan generasi berikutnya . Dalam pernyataan bersama, kedua perusahaan mengatakan akan memasukkan ECU dan perangkat lunak hasil pengembangan bersama ke dalam arsitektur kendaraan generasi baru mulai tahun fiskal 2029 .

Langkah ini tidak terlepas dari meningkatnya persaingan dengan produsen mobil China seperti BYD, yang telah memperluas kehadirannya di berbagai pasar dengan kendaraan listrik dan hibrida yang dilengkapi berbagai fitur perangkat lunak canggih . Produsen China semakin agresif menawarkan teknologi yang membuat kendaraan Jepang yang selama ini dikenal kuat dalam teknologi dan manufaktur otomotif merasa tertekan .

- Advertisement -

Selain itu, persaingan dengan Tesla yang memelopori pembaruan perangkat lunak over-the-air juga menjadi faktor pendorong kolaborasi ini . Kedua perusahaan Jepang ini juga menghadapi tekanan finansial yang signifikan. Honda dilaporkan membukukan kerugian operasi sebesar 414,3 miliar yen, sementara Nissan mengalami kerugian bersih sekitar 533 miliar yen pada tahun fiskal terakhir .

Perjanjian ini merupakan kelanjutan dari pembicaraan Nissan dan Honda yang dimulai pada 2024 mengenai platform perangkat lunak generasi berikutnya . Kerja sama ini menjadi bukti nyata bahwa hubungan strategis yang dipertahankan setelah rencana merger gagal pada Februari 2025 tetap berjalan .

- Advertisement -

Sebelumnya, kedua perusahaan sempat membahas merger yang akan menciptakan produsen mobil terbesar keempat di dunia. Namun, rencana tersebut batal karena ketidaksepakatan mengenai struktur kepemilikan . Meski merger gagal, kedua perusahaan terus bekerja sama dalam beberapa bidang, termasuk teknologi .

Dalam kerja sama terbaru, Nissan dan Honda menargetkan penyusunan spesifikasi bersama untuk ECU inti yang digunakan dalam arsitektur kelistrikan dan elektronik kendaraan . Keduanya juga akan mengembangkan sistem operasi, sebagian middleware, serta perangkat lunak untuk mengendalikan kendaraan . Sementara itu, Mitsubishi Motors, yang merupakan mitra aliansi Nissan, mengatakan sedang mempertimbangkan untuk ikut bergabung dalam kerja sama ini.

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

Iklan

Terkait
Pertumbuhan distribusi mobil listrik memperlihatkan peluang pasar yang besar, tetapi harga, layanan purnajual, dan infrastruktur tetap menjadi pertimbangan konsumen.

Mobil Listrik Makin Diminati, tetapi Harga Tetap Menentukan Arah...

Automotive, ElrolumNews — Perkembangan mobil listrik di Indonesia memperlihatkan dua gambaran yang berjalan bersamaan. Dalam sembilan bulan...
Ekspor mobil utuh Indonesia melemah hingga September 2026, meski beberapa produsen masih mencatat pertumbuhan di tengah ketidakpastian pasar global

Ekspor Mobil Indonesia Turun 2,7%, Konflik Timur Tengah Jadi...

Automotive, ElrolumNews — Industri otomotif Indonesia menghadapi tekanan di pasar internasional. Sepanjang Januari–September 2026, ekspor mobil utuh...
Ilustrasi - As roda belakang Chery Omoda 5 terlepas di Johor, Malaysia

Chery Indonesia Buka Suara soal As Roda Copot Omoda...

Jakarta, ElrolumNews — PT Chery Sales Indonesia akhirnya angkat bicara mengenai insiden terlepasnya as roda belakang pada...
Advertisement

Lainnya

Popular