Hari Lansia ke-30: BKKBN Ingatkan Gen Sandwich! Waspadai Stres Ekonomi, Jangan Telantarkan Lansia!

Jakarta, ElrolumNews – Indonesia memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 pada hari ini, Rabu (10/6/2026). Peringatan tahun ini mengangkat tema pemberdayaan lansia agar tetap aktif dan berkontribusi bagi pembangunan nasional, sekaligus menjadi momentum untuk mewujudkan penduduk lanjut usia yang produktif dalam menyambut bonus demografi .

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Wihaji menyampaikan, HLUN ke-30 adalah pengingat bahwa lansia bukan beban, melainkan aset berharga bangsa yang masih dapat berkontribusi.

“Kita harus memastikan para lansia tetap sehat, produktif, dan bermartabat. Jangan sampai mereka terabaikan di usia senjanya,” ujar Wihaji dalam sambutannya di acara puncak HLUN ke-30 di Jakarta.

- Advertisement -

Di balik perayaan ini, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) meluncurkan peringatan serius. Mereka menyoroti fenomena generasi sandwich yang semakin mengkhawatirkan dan berpotensi menelantarkan lansia.

Generasi sandwich adalah istilah untuk kelompok usia produktif yang harus menanggung biaya hidup dua generasi sekaligus, yaitu anak-anak mereka dan orang tua mereka yang sudah lanjut usia.

Berikut data mengkhawatirkan terkait generasi sandwich di Indonesia:

IndikatorData/Fakta
Keluarga dengan Generasi Sandwich1 dari 4 keluarga Indonesia (Survey Nasional 2025)
Tingkat Stres Gen Sandwich78% mengaku mengalami stres finansial berat
Rata-rata Pengeluaran60% penghasilan untuk biaya orang tua & anak
Potensi Penelantaran LansiaMeningkat 300% dalam 5 tahun terakhir

“Generasi sandwich ini ibarat roti isi, dia terhimpit. Di satu sisi harus membiayai pendidikan dan kebutuhan anak, di sisi lain harus merawat orang tua yang sudah tidak produktif. Tekanannya luar biasa,” ujar Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga BKKBN, Nopian Gustari.

Indonesia sedang menuju puncak bonus demografi. Idealnya, periode ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan. Namun, jika generasi sandwich tidak dibantu, mereka bisa terjebak dalam kemiskinan antar generasi. Jika anak-anak kehilangan perhatian orang tua karena stres ekonomi, kualitas SDM Indonesia bisa menurun. Jika orang tua ditelantarkan, beban sosial negara akan semakin berat.

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menekankan perlunya inovasi program pemerintah untuk menjemput para lansia.

“Lansia itu tidak hanya ‘nrimo’ (pasrah). Mereka masih punya mimpi, masih bisa produktif, dan harus diberdayakan,” tegasnya.

Peringatan HLUN ke-30 juga diisi dengan berbagai kegiatan yang melibatkan para lansia, seperti senam bersama, bazar produk UMKM binaan lansia, serta pemeriksaan kesehatan gratis.

“Lansia yang sehat adalah lansia yang masih bisa berkegiatan, bersosialisasi, dan bahkan berkarya. Inilah yang ingin kita wujudkan bersama,” tutup Wihaji.

(BKKBN/*/dbs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Menemukan Passion Baru: 7 Hobi yang Bisa Mengubah Hidup...

Jakarta, ElrolumNews — Di era digital yang serba cepat ini, banyak orang merasa kehilangan momen untuk sekadar "berhenti...

Bukan Cuma Gym! Tren “Holistic Wellness” 2026 Ajak Gen...

Jakarta, ElrolumNews – Dunia kesehatan sedang mengalami pergeseran besar. Di tahun 2026, konsep "sehat" tidak lagi sekadar bebas...

Tidur Bukan Sekadar Istirahat! Gen Z Kini Berlomba “Sleepmaxxing”...

Jakarta, ElrolumNews – Jika dulu generasi muda bangga dengan slogan "work hard, sleep less", kini paradigma itu berbalik...

More

Recomended

Read More