Cukup Sekali Suntik di Lengan, Terapi RNA Kolaborasi AS-Kanada Mampu Perbaiki Jantung Rusak Akibat Serangan Jantung, Siap Uji Klinis Manusia!

New York, ElrolumNews – Sebuah terobosan revolusioner dalam dunia kardiologi dipublikasikan dalam jurnal bergengsi Science pada 5 Maret 2026. Para peneliti dari Columbia University School of Engineering and Applied Science, dipimpin oleh Profesor Ke Cheng (程柯), telah mengembangkan terapi RNA baru yang memungkinkan jantung memperbaiki dirinya sendiri setelah mengalami serangan jantung, cukup dengan sekali suntikan di otot lengan .

“Ini adalah pengobatan masa depan untuk masalah yang sangat sulit diobati,” ujar Profesor Ke Cheng, Alan L. Kaganov Professor of Biomedical Engineering di Columbia Engineering .

Tidak hanya itu, kolaborasi ini juga melibatkan peneliti dari University of Toronto, Kanada, dan Icahn School of Medicine at Mount Sinai . Kabar baiknya, berdasarkan hasil uji coba pada hewan yang dipublikasikan 5 Maret 2026, terapi ini sudah menunjukkan keberhasilan yang sangat menjanjikan dan sedang dipersiapkan untuk uji klinis manusia .

Setelah serangan jantung, dokter dapat membuka pembuluh darah yang tersumbat dan memulihkan aliran darah. Namun, sel-sel otot jantung yang mati tidak akan pernah bisa digantikan .

“Jantung adalah salah satu organ dengan kemampuan regenerasi paling kecil,” kata Profesor Ke Cheng .

Para peneliti menemukan solusi dengan memanfaatkan hormon yang disebut Atrial Natriuretic Peptide (ANP) . Hormon ini berperan penting dalam kemampuan regenerasi jantung pada mamalia yang baru lahir, mendorong pertumbuhan pembuluh darah baru, menenangkan peradangan, dan mengurangi pembentukan jaringan parut .

Sayangnya, seiring bertambahnya usia, jumlah ANP dalam tubuh berkurang drastis sehingga kemampuan regenerasi jantung hampir hilang .

Para peneliti merancang partikel RNA-lipid nanoparticles yang mengkode Nppa (gen penghasil ANP) . Sekali suntik di otot paha atau lengan menyebabkan sel-sel otot memproduksi molekul yang disebut pro-ANP—bentuk prekursor ANP yang tidak reaktif .

Molekul ini bersirkulasi dalam aliran darah hingga mencapai jantung, satu-satunya organ yang memiliki enzim Corin (60 kali lebih banyak daripada organ lain) yang dapat mengubah pro-ANP menjadi ANP aktif . Dengan kata lain, obat ini beredar di seluruh tubuh, tetapi hanya diaktifkan di jantung.

“Targeting didasarkan pada pemecahan spesifik oleh enzim yang secara alami diekspresikan di jantung,” jelas Prof. Cheng .

“Ini berarti Anda tidak perlu menyentuh jantung atau membuka dada. Prinsipnya, semua yang perlu dilakukan dokter adalah menyuntikkan partikel ke lengan pasien,” kata Cheng .

Untuk memastikan produksi berlangsung cukup lama, tim menggunakan self-amplifying RNA (saRNA) yang mereplikasi dirinya sendiri di dalam sel . Efek dari satu suntikan bertahan setidaknya empat minggu .

“Pasien tidak harus pergi ke rumah sakit hari ini dan besok. Mereka mungkin hanya perlu datang sebulan sekali,” kata Cheng .

Tim menguji terapi ini pada berbagai model hewan: hewan besar (babi), tikus tua, tikus dengan aterosklerosis (penyumbatan pembuluh darah), tikus dengan diabetes tipe 2, dan juga menguji apa yang terjadi ketika pengobatan ditunda seminggu setelah serangan jantung—pada titik di mana kerusakan signifikan telah terjadi . Terapi ini bekerja secara konsisten di semua kondisi .

Dr. Torsten Vahl, asisten profesor kedokteran di Columbia sekaligus rekan penulis studi yang juga seorang kardiolog intervensi, sangat antusias .

“Sebagai seorang dokter yang membuka arteri yang tersumbat dengan stent untuk pasien yang datang dengan serangan jantung, saya sangat menyadari bahwa ada kebutuhan besar yang belum terpenuhi untuk pasien kami,” ujar Dr. Vahl .

“Terlalu sering, mereka meninggalkan kerusakan jantung parah yang kemudian mengakibatkan gagal jantung,” tambahnya .

Cheng berharap dapat memproduksi terapi ini di Columbia Initiative in Cell Engineering and Therapy dan melakukan uji coba keamanan fase satu di Columbia University Irving Medical Center.

“Kami dapat memanfaatkan sumber daya internal kami untuk manufaktur dan kemudian memulai uji klinis,” kata Cheng. “Columbia bisa melakukan keduanya” .

Dengan metode non-invasif ini, masa depan perawatan jantung bisa sangat berbeda. Selama ini, perawatan jantung membutuhkan prosedur invasif, tetapi dengan teknologi ini, cukup suntikan di lengan, jantung bisa “diprogram” untuk memperbaiki dirinya sendiri .

Di luar serangan jantung, strategi pengiriman saRNA ini berpotensi meningkatkan terapi untuk kondisi termasuk penyakit ginjal, tekanan darah tinggi, dan pre-eklampsia .

“Kerusakan sel adalah masalah yang tidak hanya mempengaruhi jantung tetapi banyak organ,” kata Dr. Torsten Vahl .

“Jika kita dapat membuktikan bahwa jenis terapi ini dapat meregenerasi sel-sel jantung di lingkungan klinis, ide tersebut berpotensi ditransfer ke organ lain,” pungkasnya.

(nih/columbia/science/eurekalert***)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

More like this

FDA AS Setujui 6 Sistem Pencitraan Siemens Bertenaga AI,...

Erlangen, Jerman, ELrolumNews – Raksasa teknologi kesehatan asal Jerman, Siemens Healthineers , mengumumkan bahwa otoritas kesehatan Amerika Serikat, Food and Drug...

HISTORIS! Indonesia Jadi Tuan Rumah Kongres Pengobatan Regeneratif Asia...

Denpasar, Bali, ElrolumNews – Indonesia menorehkan sejarah baru dalam dunia kesehatan global. Indonesia Society for Regenerative Medicine (INASRM) secara resmi...

Oura Ring 5 Resmi Meluncur! Cincin Kesehatan Paling Canggih...

San Francisco, ElrolumNews – Dunia teknologi kesehatan wearable kembali diguncang. Perusahaan teknologi kesehatan asal Finlandia, Oura, secara resmi meluncurkan...

More

Recomended

Read More