GEMPUR! 3 WNI India Tewas Diserang Rudal Hellfire AS, India Panggil Kuasa Usaha AS untuk Protes Keras! 7 Hari 3 Kapal Tanker Diserang, Ini Pelanggaran Blokade Iran!

New Delhi,ELrolumNews – Wilayah Teluk Oman kembali memanas. Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi telah melumpuhkan kapal tanker minyak berbendera Palau, MT Settebello, yang diduga berusaha melanggar blokade maritim AS terhadap Iran. Namun, aksi militer ini menelan korban jiwa: tiga warga negara India (WNI India) tewas dalam serangan tersebut .

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Angkatan Laut India, Komodor VS Vasudev dalam keterangan pers, Jumat (12/6/2026), mengonfirmasi ketiga korban tewas merupakan bagian dari 24 awak kapal asal India yang bertugas di atas kapal tanker tersebut .

Ketiga korban diidentifikasi sebagai Aditya Sharma (kadet), Shivanand Chaurashiya (juru mesin), dan Patnala Suresh (kepala teknisi).

Mengutip pernyataan CENTCOM di akun X mereka, sebuah pesawat tak berawak (drone) milik Angkatan Laut AS menembakkan dua rudal Hellfire ke ruang mesin kapal MT Settebello pada Rabu (10/6/2026) . Peringatan diberikan berulang kali melalui radio, namun awak kapal disebut tidak mematuhi instruksi untuk mengubah haluan .

Kapal yang mengarungi Samudra Hindia menuju Oman ini dinilai AS sebagai bagian dari “armada bayangan” yang mencoba mematahkan blokade minyak Iran. Serangan AS ini menyebabkan kebakaran hebat di ruang mesin dan melumpuhkan total sistem propulsi kapal .

Menteri Perkapalan India, Sarbananda Sonowal, menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian ini.

“Ini adalah kehilangan yang tragis bagi keluarga besar maritim kita,” tulis Sonowal di akun X .

Ia juga mengarahkan bawahannya untuk segera memproses pemulangan jenazah ketiga awak kapal India tersebut.

“Pemerintah Modi berdiri teguh bersama keluarga yang berduka di saat sulit ini dan sepenuhnya berkomitmen untuk mendukung keluarga korban,” tegas Sonowal dalam pernyataan yang dikutip UNI, Kamis (11/6/2026) .

India tidak tinggal diam. Nagaraj Naidu, Sekretaris Kementerian Luar Negeri India yang membawahi wilayah Amerika, memanggil Jason Meeks, Kuasa Usaha sementara Amerika Serikat (AS) di New Delhi, pada Kamis (11/6/2026) .

India menyampaikan protes keras atas serangan yang menewaskan tiga warga negaranya tersebut. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, menyatakan bahwa serangan ini sangat mengkhawatirkan .

“Kami melampirkan kepentingan tinggi pada kesejahteraan dan keselamatan komunitas pelaut kami. Ketika serangan terhadap MT Settebello ini terjadi, kami menyampaikan protes keras kepada pihak Amerika,” ujar Jaiswal dalam konferensi pers di Delhi, Jumat (12/6/2026) .

Jaiswal juga mendesak agar semua pihak menghentikan serangan terhadap kapal sipil. Ia menegaskan bahwa penyelesaian konflik harus dilakukan melalui dialog dan diplomasi.

“Serangan-serangan ini harus dihentikan dan diakhiri. Dialog dan diplomasi adalah jalan terbaik untuk penyelesaian konflik secara damai,” tegasnya .

Angkatan Laut India bergerak cepat. Kapal perang INS Tarkash yang sedang dalam misi latihan di Teluk Persia dan Samudra Hindia langsung dialihkan untuk memberikan dukungan komunikasi dan logistik kepada para pelaut yang selamat .

Kapal perang tersebut juga bertugas memfasilitasi koordinasi antara otoritas di India, Oman, dan kapal yang terkena serangan, memastikan proses evakuasi berjalan lancar .

Ini adalah serangan ketiga yang dilakukan AS terhadap kapal tanker di kawasan Teluk Oman dan Selat Hormuz dalam kurun waktu kurang dari seminggu .

Serangan Pertama (8 Juni 2026): Kapal tanker MT Marivex berbendera Palau ditembaki setelah gagal mematuhi perintah AS. Seluruh 24 awak kapal (yang juga warga India) berhasil diselamatkan oleh militer Oman .

Serangan Kedua (10 Juni 2026): Kapal tanker MT Settebello (Palau) menjadi sasaran, mengakibatkan tiga pelaut India tewas .

Serangan Ketiga (11 Juni 2026): Kapal tanker MT Jalveer berbendera Guinea-Bissau ( dengan 20 warga India di dalamnya) ditembak beberapa jam setelah India memanggil kuasa usaha AS .

Beruntung, seluruh 20 awak India di kapal MT Jalveer dilaporkan selamat dan telah dievakuasi oleh Angkatan Laut Kerajaan Oman ke pelabuhan Shinas .

“Serangan yang terus terjadi terhadap pelayaran komersial di kawasan ini sangat mengkhawatirkan dan merupakan konsekuensi langsung dari konflik yang sedang berlangsung di kawasan ini,” kecam Kementerian Luar Negeri India dalam pernyataannya .

Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, juga mengutuk keras serangan tersebut. Ia menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi yang terus berlanjut di Jalur Hormuz .

Guterres mendesak semua pihak untuk kembali melaksanakan gencatan senjata secara penuh. Ia memperingatkan bahwa kemerosotan lebih lanjut dapat memicu “dimulainya kembali konflik secara penuh, dengan konsekuensi yang tidak dapat diprediksi bagi kawasan dan dunia, terutama negara-negara yang paling rentan” .

Badan maritim PBB, Organisasi Maritim Internasional (IMO), melaporkan bahwa sejak konflik dimulai pada 28 Februari, jumlah korban jiwa pelaut yang dikonfirmasi telah mencapai 14 orang. Badan tersebut juga telah memverifikasi 46 serangan terhadap pelayaran internasional di dan sekitar Selat Hormuz selama periode tersebut .

Sekretaris Jenderal IMO Arsenio Dominguez mengutuk keras serangan itu, dengan menyebutnya “sama sekali tidak dapat diterima”.

“Saya dengan tegas mengutuk tindakan apa pun dari pihak mana pun yang membahayakan nyawa pelaut dan keselamatan pelayaran internasional,” tegasnya .

IMO memperingatkan bahwa ribuan pelaut sipil tetap terpapar risiko yang meningkat. Di seluruh wilayah Teluk yang lebih luas, diperkirakan 20.000 pelaut masih berada di kapal komersial dan lepas pantai . IMO mengatakan banyak yang beroperasi di bawah ancaman keamanan yang berkepanjangan dan tekanan psikologis yang parah.

Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Qu Dongyu, mengatakan penutupan dan gangguan jalur air Selat Hormuz merupakan “risiko keamanan pangan global” .

Menurut buletin logistik dari Program Pangan Dunia (WFP) pada akhir Mei, krisis tersebut telah mengganggu koridor transportasi regional, pelabuhan, ruang udara, penyeberangan perbatasan, dan rantai pasokan bahan bakar di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya.

(tribuneindia/uni/vietnamvn/surinametimes***)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

More like this

Ironi IPO SpaceX: Investor Ritel Dipaksa Tahan Saham 30...

New York, ElrolumNews – Kesuksesan IPO SpaceX pada Jumat (12/6/2026) menyisakan cerita pahit bagi investor ritel. Di satu...

BREAKING UPDATE: Korban Gempa Filipina Bertambah Jadi 55 Tewas,...

Manila, Filipina, ElrolumNews - Kabar duka terus berdatangan dari negara tetangga Filipina. Angka korban tewas akibat gempa bumi...

BREAKING! Trump Klaim Tewaskan Pemimpin Geng Tren de Aragua...

Washington DC, ELrolumNews – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan keberhasilan operasi militer yang menewaskan pemimpin geng kriminal...

More

Recomended

Read More