PEK LIONG PO KIAM: Guru yang Hilang dan Misteri di Kota Naga

Ketika penglihatan itu memudar, Han Liong dan Pauw Lian saling berpandangan. “Jadi kutukan itu lahir dari kesedihan,” kata Pauw Lian pelan. “Bukan dari kebencian.” Han Liong mengangguk, “Dan sekarang kita telah mematahkannya dengan cinta. Mungkin itu yang selalu diinginkannya — agar cinta bisa mengalahkan kesedihan.” Guru Beng Hoat tersenyum, “Kau telah mengerti, Han Liong. Kau telah belajar pelajaran yang paling penting.” Ia kemudian menatap Putri Lian, “Dan kau, Putri Lian. Aku juga memiliki sesuatu untukmu.” Ia mengulurkan tangannya, dan di telapak tangannya muncul sebuah permata kecil berwarna ungu — persis seperti warna energi yang dimiliki Putri Lian.

Putri Lian terkejut, “Untuk… untukku?” Guru Beng Hoat mengangguk, “Kau memiliki kekuatan gelap di dalam dirimu, Putri Lian. Tetapi kau juga memiliki potensi untuk cahaya. Permata ini akan membantumu menyeimbangkan kedua kekuatan itu.” Putri Lian menerima permata itu dengan tangan gemetar. Begitu ia menyentuhnya, permata itu menyatu dengan dadanya, dan seluruh tubuhnya bersinar dengan cahaya ungu yang lembut. Ia merasakan kedamaian yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. “Aku… aku merasa lebih ringan,” katanya dengan suara bergetar. Pauw Lian memeluk saudaranya, “Aku bangga padamu, Putri Lian. Kau telah berubah begitu banyak.” Putri Lian menangis bahagia, “Terima kasih, adikku. Terima kasih telah percaya padaku.”

Setelah semua permata menyatu dengan pemiliknya, Guru Beng Hoat mengajak mereka duduk di sekitar altar. “Sekarang, mari aku ceritakan tentang misi sebenarnya yang membawaku ke Kota Naga ini,” katanya dengan suara serius. “Selama bertahun-tahun, aku menyelidiki keberadaan ‘Kultus Naga Hitam’ — sebuah organisasi rahasia yang ingin menghidupkan kembali kekuatan kegelapan yang dulu dikuasai oleh Bayangan. Mereka telah menyusup ke banyak kerajaan dan kota, termasuk Kota Giok.” Han Liong terkejut, “Jadi Gubernur Liem adalah bagian dari mereka?” Guru Beng Hoat mengangguk, “Ya. Dan sekarang, mereka memiliki pemimpin baru — seseorang yang lebih berbahaya dari Bayangan. Namanya… Naga Hitam.”

“Naga Hitam?” tanya Ken Arok dengan dahi berkerut. “Aku tidak pernah mendengar nama itu.” Guru Beng Hoat menghela napas, “Tidak banyak yang tahu. Naga Hitam adalah seorang pendekar misterius yang muncul dari bayang-bayang. Konon, ia memiliki kekuatan yang sama dengan Bayangan, tetapi ia lebih cerdas dan lebih kejam. Ia telah mengumpulkan pasukan besar dan berencana untuk menaklukkan seluruh dunia persilatan.” Han Liong mengepalkan tangannya, “Kita harus menghentikannya.” Guru Beng Hoat mengangguk, “Kita akan menghentikannya. Tetapi pertama, kita harus menemukan markasnya. Dan untuk itu, kita membutuhkan bantuan seorang pendekar tua yang tinggal di puncak gunung di sebelah utara kota — Pendekar Tua yang Bijaksana.”

Perjalanan menuju puncak gunung tidak mudah. Jalannya terjal dan berbahaya, dengan tebing-tebing curam dan jurang yang dalam. Namun dengan tekad yang kuat, mereka akhirnya tiba di puncak gunung. Di sana, mereka menemukan sebuah gubuk kecil yang dikelilingi oleh taman bunga-bunga liar. Di depan gubuk, duduk seorang kakek tua dengan janggut putih yang sangat panjang, hampir menyentuh tanah. Ia sedang minum teh dan tersenyum melihat kedatangan mereka. “Ah, Guru Beng Hoat! Kau membawa tamu yang menarik,” katanya dengan suara yang ceria. “Mari, mari duduk. Tehnya masih hangat.”

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

PEK LIONG PO KIAM: Mata Ketiga dan Konspirasi di...

Episode 4: "Mata Ketiga dan Konspirasi Kota Giok"Sastra/Fiksi, ElrolumNews - Setelah berhasil mematahkan kutukan pedang pusaka, Han...

PEK LIONG PO KIAM: Rahasia Desa Kuno yang Mengungkap...

Episode 3: "Rahasia Desa Kuno"Sasra/Fiksi, ElrolumNews - Setelah pertarungan di Kuil Bayangan, Han Liong dan Pauw Lian...

PEK LIONG PO KIAM: Pertarungan di Kuil Bayangan yang...

Episode 2: "Pertarungan di Kuil Bayangan"Sastra/Fiksi - ElrolumNews - Pintu kuil yang berat dan besar itu terbuka...

More

Recomended

Read More