Jakarta, ELrolumNews — Pasar keuangan Indonesia menutup perdagangan Kamis (3/9/2026) dengan sentimen positif. Nilai tukar rupiah berhasil menguat signifikan, diikuti oleh kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Penguatan ini didorong oleh kombinasi faktor eksternal dan internal yang memberikan angin segar bagi aset keuangan domestik.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Kamis bergerak menguat 84 poin atau 0,47 persen menjadi Rp17.679 per dolar AS . Penguatan ini terjadi setelah sebelumnya rupiah sempat bergerak di level Rp17.713 pada pembukaan dan mencapai Rp17.691 pada perdagangan tengah hari .
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan penguatan rupiah dipengaruhi data ketenagakerjaan swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan. Data ADP Employment Change menunjukkan jumlah pekerja sektor swasta bertambah 38 ribu pada bulan Agustus, berada di bawah perkiraan 47 ribu .
“Data ketenagakerjaan swasta AS lebih lemah dari perkiraan, sehingga ekspektasi pasar terhadap arah suku bunga The Fed kembali menjadi perhatian,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Kamis .
IHSG pada Kamis sore ditutup menguat 72,11 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.667,89 . Sebanyak 402 saham naik, sementara 213 saham turun, dan 180 saham stagnan dengan nilai transaksi mencapai Rp18,43 triliun .
Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas menilai kenaikan IHSG ditopang sentimen dari berbagai sisi. Dari luar negeri, bursa regional Asia turut menguat setelah rilis data ekonomi AS yang menunjukkan pelemahan .
Sektor transportasi memimpin kenaikan hingga 2,46 persen, diikuti sektor industri dan sektor barang konsumen primer yang masing-masing naik 1,99 persen dan 1,60 persen. Satu sektor yang melemah adalah teknologi dengan penurunan 1,66 persen .
Dari dalam negeri, pelaku pasar merespons positif pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) yang menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral .
“Respon pasar tersebut seiring berjalan lancarnya dalam proses transisi kepemimpinan di BI sehingga pelantikan tersebut sebagai sinyal akan keberlanjutan kebijakan moneter bank sentral,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus .
Penguatan rupiah dan IHSG juga didukung oleh beberapa faktor lainnya:
Pelemahan Dolar AS: Indeks DXY bergerak melemah di area 99,27, memberikan ruang bagi rupiah dan sejumlah mata uang Asia untuk menguat .
Komentar The Fed: Presiden Federal Reserve New York, John Williams, mengindikasikan tidak adanya kebutuhan mendesak untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut .
Pernyataan Trump: Presiden AS Donald Trump mengatakan serangan AS terhadap Iran kemungkinan akan berumur pendek, meredakan kekhawatiran konflik berkepanjangan .
Harga Minyak Turun: Harga minyak yang lebih rendah memberikan kelegaan atas inflasi dan tekanan biaya energi .
Data Asia Positif: Indeks PMI Jasa Jepang dan China meningkat, didukung permintaan domestik yang lebih kuat .
Analis pasar uang Lukman Leong memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat namun terbatas di kisaran Rp17.650-Rp17.800 per dolar AS . Sementara itu, investor domestik akan mencermati data nonfarm payrolls AS pada Jumat (4/9) dan inflasi AS pekan depan yang berpotensi menentukan arah ekspektasi suku bunga The Fed .
(fvs)





