Kyiv, ElrolumNews — Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, melakukan kunjungan ke Kyiv pada Senin (24/8) untuk menegaskan solidaritasnya terhadap Ukraina di tengah ancaman Rusia. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan luar negeri pertamanya dan dilakukan bersamaan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Ukraina yang ke-35.
Dalam pertemuan “Koalisi yang Bersedia” (Coalition of the Willing) yang dipimpinnya, Burnham menyatakan bahwa perang di Ukraina bukan hanya tentang satu negara, melainkan menyangkut keamanan semua pihak. Ia menegaskan bahwa dukungan Inggris terhadap Ukraina “tidak akan goyah” dan akan terus berlanjut “selama yang dibutuhkan.”
Burnham juga mengkritik keras pendekatan Rusia di medan perang. Menurutnya, Presiden Putin saat ini mengandalkan “perang teror” dengan melancarkan serangan rudal balistik terhadap warga sipil karena pilihan militernya mulai habis. “Putin sekarang berharap untuk menang melalui kampanye teror menggunakan rudal balistik terhadap warga sipil Ukraina… Ini tidak pernah bisa menjadi jalan menuju kemenangan dan kita harus memperjelas hal itu,” ujarnya dalam pembukaan pertemuan.
Untuk melindungi Ukraina dari serangan rudal Rusia yang terus menghujani, Burnham menyerukan agar sekutu melakukan segala daya mereka, termasuk mengerahkan persediaan senjata pertahanan udara mereka sendiri. “Ini berarti melakukan segala yang kami bisa, dan bekerja dengan sekutu kami di luar koalisi ini, untuk memanfaatkan persediaan pertahanan udara kami sendiri… dan melindungi Ukraina dari rudal yang menghujani mereka sekarang,” tegasnya.
Untuk meningkatkan tekanan pada Moskow, Burnham juga menyerukan pengenaan sanksi tambahan terhadap ekspor minyak dan gas alam cair (LNG) Rusia. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat tekanan ekonomi yang dihadapi Rusia di tengah perang yang berkepanjangan.
Kunjungan diplomatik ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik dengan Rusia. Pihak Kedutaan Besar Rusia di London menuding Inggris “secara sengaja memilih eskalasi krisis Ukraina” dan memperingatkan bahwa “semakin dalam keterlibatannya dalam konflik… semakin tinggi harga yang harus dibayar.”
Burnham menegaskan posisi Inggris tidak berubah. “Kami bukan teman di saat senang saja, kami akan ada di sana saat Ukraina membutuhkan dan hal itu tidak akan berubah,” tegasnya. Ia juga menyatakan bahwa “Rusia seharusnya tidak ragu akan tekad kami. Kami tidak akan mundur sampai tercipta perdamaian yang adil dan abadi.”
Dalam kunjungan ini, Burnham juga mengumumkan keputusan pemerintah Inggris yang mengizinkan perusahaan pertahanan MBDA untuk mendesaklasifikasi informasi mengenai komponen Inggris pada rudal jarak jauh Scalp, versi Prancis dari rudal Storm Shadow. Langkah ini dapat membuka jalan bagi Ukraina untuk memproduksi rudal tersebut di dalam negeri, memperkuat kemampuan pertahanan jarak jauhnya.
(*/fvs)





