Bitung, ElrolumNews – Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali mengalami erupsi pada Kamis (2/7/2026) pagi. Letusan yang terjadi sekitar pukul 06.15 WIT mengeluarkan kolom abu setinggi 1.500 meter dan menyebabkan hujan abu tipis yang melanda Kota Bitung serta beberapa daerah sekitarnya di Sulawesi Utara.
Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Dukono melaporkan bahwa erupsi disertai suara dentuman yang terdengar hingga ke permukiman warga sekitar. Kepala PGA Dukono, Hasanuddin, menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Dukono memang masih tergolong tinggi dalam beberapa pekan terakhir.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu vulkanik,” ujar Hasanuddin dalam siaran persnya, Kamis (2/7/2026).
Hujan abu tipis mulai dirasakan warga Kota Bitung sejak pukul 08.00 WITA. Aktivitas masyarakat sempat terganggu, terutama bagi pengguna jalan yang mengurangi kecepatan akibat jarak pandang yang sedikit menurun. Beberapa warga terlihat menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bitung, Maria Lontoh, menyatakan bahwa pihaknya telah mengaktifkan posko siaga bencana dan mendistribusikan masker gratis kepada masyarakat di beberapa titik. “Kami juga telah berkoordinasi dengan puskesmas setempat untuk mengantisipasi pasien dengan keluhan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akibat abu vulkanik,” jelasnya.
Meskipun terjadi hujan abu di Bitung, aktivitas penerbangan di Bandara Sam Ratulangi Manado hingga saat ini masih berjalan normal. General Manager Bandara Sam Ratulangi, James Ronald, memastikan bahwa jarak pandang di bandara masih berada di atas standar minimal keselamatan penerbangan.
“Sejauh ini belum ada penerbangan yang dialihkan. Kami terus berkoordinasi dengan BMKG dan PVMBG untuk memantau pergerakan abu vulkanik. Jika kondisi membahayakan, kami akan mengeluarkan notam (notice to airmen) secara resmi,” ujarnya.
PVMBG menetapkan Gunung Dukono masih berada pada Status Level II (Waspada) dan tidak merekomendasikan adanya aktivitas pendakian maupun mendekati kawah dalam radius 3 kilometer. Masyarakat di sekitar gunung juga diimbau untuk mewaspadai potensi aliran lahar dingin saat hujan deras.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Dukono. Namun, PVMBG mengingatkan agar masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah.
(*/fvs)






