Kinerja Bea Cukai Mulai Pulih! Penerimaan April 2026 Tumbuh 0,7% YoY, Jadi Rp27,4 Triliun. Namun Ekonom Indef Ingatkan Perlambatan Impor Bahan Baku Industri!

Jakarta, ElrolumNews – Kementerian Keuangan melaporkan kinerja positif penerimaan Bea Cukai pada April 2026. Berdasarkan data APBN Kita edisi Mei 2026, penerimaan kepabeanan dan cukai tumbuh 0,7 persen secara tahunan menjadi Rp27,4 triliun.

Meski tumbuh positif, laju pertumbuhan ini melambat dibanding bulan-bulan sebelumnya, mencerminkan tekanan ekonomi global yang mulai membebani sektor perdagangan.

Kinerja Penerimaan Bea Cukai April 2026

KomponenNominalPerubahan (YoY)
Penerimaan Bea Cukai TotalRp27,4 triliun+0,7%
Bea MasukRp5,1 triliun-6,9% (kontraksi)
Bea KeluarTumbuh positif
CukaiRp16,9 triliun+3,9%

Sumber: data APBN Kita Edisi Mei 2026

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menilai bahwa kinerja positif Bea Cukai masih terus berlanjut, meskipun mengalami perlambatan.

“Ekspor yang masih tumbuh, terutama dari sektor pertambangan dan kesehatan, menjadi pendorong utama. Selain itu, penerimaan cukai juga masih stabil,” ujar Yusuf dalam keterangannya, Selasa (9/6/2026).

Meski total penerimaan tumbuh, ada anomali pada komponen Bea Masuk yang tercatat kontraksi minus 6,9 persen. Ini mengindikasikan terjadi perlambatan impor bahan baku dan barang modal.

“Perlambatan ini perlu diwaspadai karena bisa jadi indikasi adanya pelemahan aktivitas industri pengolahan di dalam negeri,” imbuh Yusuf.

Menurut Yusuf, pelemahan impor terjadi karena beberapa faktor :

FaktorDampak
Perpanjangan konflik Timur TengahKetersediaan barang dari mitra dagang terganggu
Harga komoditas tinggiMeningkatkan nilai impor (efek harga), tapi mengurangi volume
Rupiah melemahMeningkatkan biaya impor, industri mengurangi pembelian

“Jika perang berkepanjangan, risiko perlambatan ekonomi semakin tinggi, dan ini akan berdampak pada penerimaan Bea Cukai ke depan,” kata Yusuf.

Dari sisi belanja, realisasi belanja pemerintah pusat hingga April 2026 tumbuh 3,4 persen secara tahunan. Kementerian/Lembaga (K/L) yang mencatatkan realisasi tinggi antara lain:

  • Kementerian Pertahanan (Kemhan) – belanja pertahanan

  • Kementerian Pekerjaan Umum (PU) – infrastruktur

  • Kementerian Agama (Kemenag) – operasional keagamaan

“Realisasi belanja yang tinggi di K/L penopang utama membantu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi di tengah lesunya konsumsi swasta akibat tekanan inflasi,” ujar Yusuf .

Ke depan, Yusuf mengingatkan bahwa ketidakpastian global masih menjadi tantangan utama.

“Jika harga minyak terus menanjak dan rupiah tak kunjung membaik, defisit APBN bisa melebar. Pemerintah perlu menyiapkan strategi antisipasi, termasuk mencari sumber pembiayaan alternatif selain dari penerimaan perpajakan dan bea cukai,” pungkasnya.

(*/dbs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Dijual Rumah - Nego langsung dengan pemilik-Tanpa Perantara

Rumah di Mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi:
Pemilik: wa: 0811439028

More like this

Ironi IPO SpaceX: Investor Ritel Dipaksa Tahan Saham 30...

New York, ElrolumNews – Kesuksesan IPO SpaceX pada Jumat (12/6/2026) menyisakan cerita pahit bagi investor ritel. Di satu...

BREAKING: World Bank Peringatkan “Guncangan Pasokan Minyak Terbesar dalam...

Washington DC, ElrolumNews – World Bank (Bank Dunia) merilis laporan Global Economic Prospects edisi Juni 2026 pada Kamis (11/6/2026) yang...

Emak-emak Jakarta Mulai Hitung-hitungan! Harga Beras dan Cabai Naik,...

Jakarta, ELrolumnews – Harga sejumlah bahan pokok di pasaran Jakarta mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Mulai...

More

Recomended

Read More