Chip ‘Rainbow’ Sebesar Butir Beras, Terobosan 6G dan Teknologi Kuantum! Ilmuwan: Stabil Meski Dilompati

London, ElrolumNews — Para peneliti dari Universitas Loughborough, Inggris, bersama kolaborator internasional, telah berhasil mengembangkan sebuah chip mikroskopis yang berpotensi menjadi kunci utama bagi jaringan 6G di masa depan dan berbagai teknologi presisi tinggi.

Chip yang hanya seukuran butiran beras ini  merupakan sebuah “microcomb” atau sisir mikro, yang mampu menciptakan “pelangi” cahaya yang sangat presisi dan stabil. Dr. Luke Peters dari Pusat Penelitian Fotonik Emergent Loughborough University menjelaskan bahwa dunia semakin haus akan data, dan gelombang milimeter dapat memberikan kapasitas yang dibutuhkan untuk itu .

Jika sebuah pelangi biasa menampilkan spektrum warna yang menyatu, microcomb menghasilkan frekuensi-frekuensi cahaya yang terpisah dan berjarak sama persis, seperti gigi sisir . Cahaya yang dihasilkan oleh sistem ini tidak terlihat oleh mata manusia.

Para peneliti telah mendemonstrasikan sebuah sistem yang menghasilkan microcomb stabil dan berkualitas tinggi. Keistimewaan dari temuan ini, yang dipublikasikan di jurnal Nature Communications, adalah kemampuannya untuk mengubah microcomb tersebut menjadi beberapa frekuensi gelombang milimeter sekaligus . Sebelumnya, penelitian hanya mampu menghasilkan satu frekuensi saja.

Rahasia di balik stabilitas ini adalah desain unik mereka. Alih-alih hanya mengandalkan laser dan microresonator (struktur mini pada chip yang menjebak cahaya), tim peneliti menghubungkan chip tersebut dengan sebuah loop serat optik yang lebih besar . Laser secara terus-menerus bersirkulasi melalui keduanya, memungkinkan sistem untuk mempertahankan stabilitasnya, bahkan ketika diganggu.

“Kami pada dasarnya telah menciptakan ‘pelangi pada chip’ yang sangat presisi dan stabil, di mana loop terus mengumpankan cahaya kembali ke chip,” kata Dr. Peters . “Sistem ini sangat tangguh. Kami bahkan telah menguji stabilitasnya dengan orang-orang yang melompat-lompat di samping sistem, dan microcomb-nya tetap stabil,” tambahnya .

Kemampuan untuk menghasilkan beberapa sinyal terkontrol dari satu sumber yang ringkas ini sangat berharga. Para peneliti juga dapat mengontrol “pelangi” tersebut, memperkuat beberapa frekuensi dan melemahkan yang lain, sehingga memberikan kontrol lebih besar atas sinyal yang dihasilkan .

“Ketepatan dan stabilitas itu juga sangat berharga untuk ketepatan waktu. Ketepatan waktu yang presisi berada di inti dari teknologi kuantum yang sedang berkembang, di mana akurasi yang ekstrem adalah sebuah keharusan,” jelas Dr. Peters .

Meskipun chip inti hanya sebesar butiran beras, keseluruhan sistem saat ini masih seukuran satu meja laboratorium. Para peneliti sekarang sedang menjajaki cara untuk membuatnya lebih ringkas dan hemat energi, dengan target akhir seukuran kotak sepatu, serta potensi penggunaannya di satelit .

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Ilustrasi masa depan AI Indonesia dengan peta digital, infrastruktur, talenta muda, dan proyeksi ekonomi 366 miliar dolar

AI Indonesia: Sumbang USD 366 Miliar ke PDB, Peta...

Teknologi, ELrolumnews — Indonesia sedang bersiap menyambut gelombang kecerdasan artifisial (AI). Bukan lagi sekadar wacana—pemerintah memproyeksikan AI akan...
Kemenkum Luncurkan Aplikasi PASTI

Kemenkum Luncurkan Aplikasi PASTI 1 September! 470 Layanan Hukum...

Bandung, ElrolumNews — Kementerian Hukum (Kemenkum) secara resmi meluncurkan aplikasi PASTI mulai 1 September 2026. Aplikasi super ini...

Dari Robot Sebesar Biji Hingga Pemindai Tubuh 60 Detik,...

Tech, ElrolumNews -Perkembangan teknologi kesehatan di tahun 2026 menunjukkan lompatan yang signifikan. Kecerdasan buatan (AI) telah bertransformasi...

More

Recomended

Read More