History, ElrolumNews – Tahun 1907, di Western Front, Perang Dunia I masih berkecamuk. Di dalam parit yang becek dan penuh lumpur, seorang letnan Inggris bernama Frank Barlow bersembunyi dari tembakan musuh. Tiba-tiba, pecahan peluru menghantam dadanya. Ia merasakan benturan keras—dan jatuh. Ia yakin itu adalah akhir dari segalanya.
Tapi Barlow tidak mati. Ia justru terbangun dengan luka ringan di dadanya. Penyebabnya? Sebuah kotak rokok perak di saku seragamnya. Peluru itu menghantam kotak rokok, menggagalkan tembakan mematikan yang seharusnya merobek jantungnya.
Sejak saat itu, kotak rokok itu menjadi jimat keberuntungannya. Barlow membawanya ke setiap medan perang—dan terus menyimpannya hingga akhir hayatnya.

Letnan Frank Barlow adalah anggota pasukan berkuda Royal East Kent Imperial, Inggris. Pada tahun 1907, ia ditempatkan di Western Front—salah satu medan perang paling brutal dalam sejarah. Parit-parit yang digali di sepanjang front menjadi tempat perlindungan, sekaligus kuburan massal, bagi jutaan prajurit.
Di medan ini, peluru dan pecahan artileri beterbangan setiap saat. Kematian bisa datang dari mana saja. Para prajurit belajar untuk bertahan dengan cara apa pun—termasuk mengandalkan benda-benda kecil yang secara kebetulan bisa menyelamatkan mereka.

Suatu hari, saat Barlow bersembunyi di dalam parit, sebuah pecahan peluru menghantam dadanya dengan keras. Ia merasakan benturan yang luar biasa—dan jatuh ke tanah. Ia yakin peluru itu telah menembus jantungnya. Tapi ketika ia membuka matanya, ia masih hidup. Luka di dadanya hanya goresan ringan.
Ternyata, pecahan peluru itu telah mengenai kotak rokok perak yang tersimpan di saku seragamnya. Kotak itu cukup tebal untuk menghentikan proyektil mematikan itu. Barlow selamat—hanya karena sebatang rokok yang belum sempat ia hisap.

Setelah peristiwa itu, Barlow menganggap kotak rokok itu sebagai jimat keberuntungannya. Ia membawanya ke setiap pertempuran yang ia ikuti. Bagi Barlow, kotak itu bukan sekadar benda—itu adalah pengingat bahwa ia diberi kesempatan kedua untuk hidup.
Setelah perang berakhir, Barlow kembali ke Inggris dan bekerja sebagai petugas pencetak uang kertas di Dover, Kent. Ia terus menyimpan kotak rokok itu sepanjang hidupnya. Bahkan peluru yang hampir membunuhnya pun ia simpan sebagai kenangan.
Pada 2016, lebih dari 100 tahun setelah peristiwa itu, kotak rokok Barlow dilelang di Dorchester, Dorset, Inggris, bersama dengan sejumlah medali penghargaannya. Nilai total koleksi itu diperkirakan mencapai Rp 19 juta.
Timothy Medhurst, salah satu bangsawan Inggris yang menangani lelang, mengatakan:
“Tempat rokok beralih menjadi jimat keberuntungan ini merupakan salah satu contoh dari seseorang yang berada di tempat yang tepat pada waktu yang tepat. Dengan hanya melihat benda tersebut, Anda bisa tahu benda itu menjadi bukti sebagai jimat keberuntungan bagi pemiliknya.”

Kisah Barlow adalah ironi yang sempurna. Rokok—yang hingga kini dikenal sebagai salah satu penyebab kematian terbesar di dunia—justru menyelamatkan nyawa seorang prajurit. Bukan karena kandungannya, tapi karena kotaknya yang secara kebetulan berada di tempat yang tepat pada saat yang tepat.
Cerita seperti ini tidak hanya terjadi pada Barlow. Dalam Perang Dunia II, seorang tentara Ukraina bernama Sergei selamat dari ledakan mortir karena ia meninggalkan bunker untuk merokok—tepat saat bunker itu dihantam bom . Dan ada banyak lagi kisah serupa di mana rokok, secara paradoks, menjadi penyelamat nyawa.
Tapi di sisi lain, tembakau telah membunuh lebih banyak orang daripada perang itu sendiri. Menurut WHO, tembakau membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahun—termasuk 1,2 juta korban dari perokok pasif . Jika digabungkan, rokok telah membunuh lebih banyak orang daripada semua perang dalam sejarah manusia.
Dan pertanyaan kecil tetap bergema: Bagaimana jika Barlow tidak membawa rokok hari itu?
Kisah Letnan Barlow adalah contoh klasik dari “momen sepele” dalam sejarah perang. Meskipun tembakau secara statistik membunuh jauh lebih banyak orang daripada yang diselamatkannya, cerita-cerita seperti ini tetap menarik sebagai pengingat bahwa nasib seringkali ditentukan oleh hal-hal kecil yang tidak terduga.
Artikel ini adalah bagian dari seri “Momen Sepele yang Mengubah Dunia”. Pantau terus rubrik sejarah kami untuk edisi-edisi berikutnya.
(el)
SUMBER DAN RUJUKAN
Liputan6.com, “Prajurit Ini Lolos dari Kematian Berkat Rokok” (2016) – Kisah Letnan Frank Barlow, kotak rokok perak yang menyelamatkan nyawanya dari pecahan peluru di Western Front .
Liputan6.com, “Top 3 Global: Prajurit Lolos Kematian Berkat Rokok Paling Diburu” (2016) – Liputan tambahan tentang Barlow dan nilai lelang koleksinya .
Intisari Online, “Kisah Ajaib Tentara Ukraina, Hanya Bermodal Sebatang Rokok” (2022) – Kisah tentara Ukraina Sergei yang selamat karena meninggalkan bunker untuk merokok .





