Doha, ElrolumNews – Konflik AS-Iran yang sempat memanas kembali akhirnya mereda. Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk menghentikan sementara aksi saling serang di kawasan Teluk serta melanjutkan kembali perundingan mengenai sengketa Selat Hormuz.
Seorang pejabat senior AS mengonfirmasi bahwa kedua negara sepakat meredakan ketegangan dan kembali melanjutkan pembahasan teknis terkait nota kesepahaman yang disepakati pada 17 Juni lalu . Pertemuan dijadwalkan berlangsung di Doha, Qatar, pada Selasa (30/6/2026) .
“Perundingan teknis dijadwalkan terus berlanjut mengenai seluruh aspek nota kesepahaman. Untuk saat ini kedua belah pihak akan menghentikan aksi militer dan kapal-kapal dapat kembali melintas dengan bebas,” kata pejabat tersebut .
Kembalinya jalur diplomasi ini terjadi setelah beberapa hari kedua negara saling melancarkan serangan menyusul insiden ketika sebuah proyektil Iran menghantam kapal kargo di Selat Hormuz . Baik AS maupun Iran saling menuduh telah melanggar gencatan senjata sementara yang sebelumnya disepakati pada 17 Juni.
Wakil Presiden AS JD Vance menyatakan keyakinannya bahwa AS akan menang dalam negosiasi dengan Iran, apapun hasil akhirnya.
“Jika kita mencapai kesepakatan akhir, itu bagus. Tetapi jika kita tidak mencapai kesepakatan akhir, program nuklir Iran tetap akan hancur. Negara itu sekarang jauh lebih lemah, jadi saya yakin AS akan menang dalam kedua kasus tersebut,” ujar Vance dalam program Real Time di HBO .
Ia menambahkan: “Mungkin akan tiba saatnya ketika kami tidak lagi dapat bersikap masuk akal, dan kami akan dipaksa untuk menyelesaikan secara militer pekerjaan yang telah kami mulai dengan sangat berhasil. Jika itu terjadi, Republik Islam Iran tidak akan ada lagi!”
Optimisme pasar terhadap gencatan senjata mendorong penurunan harga minyak mentah. Minyak jenis Brent turun 4,34% ke US$71,99 per barel, sementara WTI turun ke US$69,23 per barel .
Sementara harga emas turun ke US$4.074 per ons troi, turun 0,54% dari akhir pekan lalu.
(*/dbs)






