Gempa Flores Rusak 509 Rumah Ibadah, 422 Gereja Katolik Terdampak! Menag Salurkan Bantuan Rp3 Miliar untuk Pemulihan Lintas Agama

Labuan Bajo, ElrolumNews — Dampak gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 masih terasa hingga kini. Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat sebanyak 509 rumah ibadah rusak akibat bencana tersebut .

Kepala Kanwil Kemenag NTT, Fransiskus Kariyanto, menyampaikan data tersebut saat menyambut kedatangan Menteri Agama Nasaruddin Umar di MAN Manggarai Barat, Labuan Bajo, Kamis (3/9/2026) .

Berdasarkan data pendataan sementara, rincian rumah ibadah yang terdampak adalah sebagai berikut :

AgamaJumlah Rusak
Katolik422 unit
Islam51 unit
Kristen33 unit
Hindu1 unit
Buddha2 unit

Total: 509 unit rumah ibadah

Selain rumah ibadah, gempa juga berdampak pada sejumlah fasilitas di lingkungan Kementerian Agama :

  • 94 satuan pendidikan keagamaan (madrasah dan lainnya) 

  • 7 kantor Kemenag 

  • 12 Kantor Urusan Agama (KUA) 

  • 1 kantor Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) 

  • 343 rumah Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag 

Fransiskus menegaskan bahwa data kebencanaan terus bergerak dan masih diverifikasi karena gempa susulan masih terjadi. “Ada dinamika perkembangan. Bisa jadi rumahnya yang hanya retak, ada gempa susulan jadi ambruk, akhirnya rusak berat,” ujarnya .

Menteri Agama Nasaruddin Umar menyalurkan bantuan tanggap darurat senilai Rp3 miliar kepada masyarakat terdampak gempa di lingkungan Kemenag di Flores . Bantuan tersebut bukan untuk pembangunan bangunan rusak, melainkan untuk tanggap darurat lembaga keagamaan, rumah ibadah lintas agama, dan ASN Kemenag yang rumahnya rusak .

Selain itu, Menag juga menyerahkan 16 tenda darurat untuk kegiatan belajar dan 100 paket perlengkapan sekolah .

Kemenag NTT mencatat lima korban meninggal dunia dari keluarga besar Kemenag, terdiri atas satu kepala madrasah swasta dan empat siswi madrasah. Santunan telah diberikan kepada keluarga korban .

“Gempa boleh mengguncang Flores, tetapi jangan sampai mengguncang persaudaraan kita. Rumah boleh rusak, kita boleh berbeda agama dan budaya, tetapi dalam kemanusiaan, kita adalah satu keluarga,” ungkap Fransiskus .

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

BMKG catat 11.630 gempa susulan NTT dengan 168 kali dirasakan warga

BMKG Catat 11.630 Gempa Susulan di NTT, 168 Kali...

Jakarta, ELrolumNews — Aktivitas seismik di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus berlanjut hingga Kamis (3/9/2026). Badan Meteorologi,...

Pengungsi Gempa NTT Berkurang 4.142 Orang, Total 10.232 Gempa...

Jakarta, ElrolumNews — Penanganan bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus menunjukkan perkembangan positif. Badan Nasional Penanggulangan...

BMKG Catat 9.765 Gempa Susulan di NTT, 155 Kali...

Flores, ElrolumNews — Hampir tiga pekan pasca-gempa utama M7,7 yang mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15...

More

Recomended

Read More