Gen Z Kembali ke Masa Lalu! Tren “Analog Bag” Jadi Gaya Hidup Anti-Gawai, Isi Buku, Puzzle, hingga Watercolor

Jakarta, ELrolumNews — Di tengah hiruk-pikuk dunia digital yang serba cepat, generasi Z mencari pelarian dengan cara yang unik: kembali ke masa lalu. Tren “Analog Bag” atau tas analog sedang menjadi fenomena global, di mana anak muda mengisi tas mereka dengan barang-barang non-digital seperti buku, puzzle, jurnal, mini watercolor, hingga set mahjong portabel.

Kreator konten Sierra Campbell menciptakan istilah ini dalam sebuah video TikTok tahun lalu tentang cara mengurangi waktu layar, dan sejak itu tren ini menyebar luas di media sosial . Meskipun tujuannya adalah untuk “offline”, video “what’s in my analog bag” justru menjadi konten viral dengan puluhan ribu penayangan.

Caitlyn Kasler, seorang perempuan berusia 25 tahun di Atlanta, memulai kebiasaan analog bag sebagai bagian dari resolusi Tahun Baru untuk mengurangi penggunaan media sosial dan menjaga kesehatan mental . Isi tasnya meliputi:

  • Set Mahjong travel berwarna pink

  • Puzzle buku

  • Filofax organizer

  • Louise Carmen (buku catatan kulit)

  • Buku masak (untuk hobi membuat sourdough)

  • Buku Sudoku

  • Buku puzzle misteri pembunuhan

“Tas ini seperti tas ‘Mary Poppins’ yang bisa saya gali isinya,” kata Kasler. “Ini adalah tren yang bagus, jujur saja, ini salah satu hal terbaik yang muncul dari media sosial.”

Tas L.L.Bean Boat and Tote muncul sebagai pilihan utama, dengan orang-orang menyulam inisial atau kata-kata seperti “self care” pada tas kanvas tersebut . Perusahaan melaporkan penjualan naik lebih dari 50 persen tahun ini, dengan bulan terlaris terjadi pada musim semi lalu . Mereka bahkan meluncurkan edisi terbatas dengan sulaman “Analog” dan “Off the Grid”.

Julia Lacayo, 29 tahun dari New York, membawa jurnal untuk mencatat ide, kacamata hitam, headphone, tabir surya, lip gloss, dan buku. “Saya akan pergi ke taman, atau ke bar hanya untuk membaca, karena jika di rumah, saya lebih tergoda untuk meraih ponsel,” ujarnya.

Psikolog Clay Routledge, yang mempelajari nostalgia, mengatakan bahwa orang merindukan masa ketika bersosialisasi terasa lebih organik . “Ada sesuatu tentang menggali masa lalu, yang tampaknya berupa benda-benda, tetapi sebenarnya lebih tentang getaran atau energi dari masa itu,” jelasnya .

Menurut laporan WGSN, “Unserious Everything” menjadi tema besar 2026, di mana konsumen mencari pelarian dan kegembiraan di tengah dunia yang penuh tekanan . Sementara itu, laporan VML “The Future 100: 2026” menyebut 70% orang global melihat kesepian sebagai epidemi, mendorong kebutuhan akan koneksi nyata yang ditawarkan oleh kebiasaan offline ini .

Pinterest Predicts 2026 juga mencatat hampir 1 dari 4 pengguna Pinterest terlibat dalam aktivitas nostalgia, dan lebih dari 1 dari 4 Gen Z melaporkan kembali menulis surat atau mengirim surat secara fisik .

(*/STLtoday/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Aksi viral warga bungkus rumah pakai plastik dan koran cegah abu vulkanik Anak Krakatau

Viral! Aksi Netizen ‘Bungkus Rumah’ Pakai Plastik dan Koran...

Jakarta, ELrolumNews — Sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang mencapai Jabodetabek membuat warga harus lebih sering membersihkan...
Snoopy Run Indonesia 2026

Snoopy Run Indonesia 2026 Digelar di PIK, 6.500 Peserta!...

Tangerang, ELrolumnews — Karakter ikonik PEANUTS™, Snoopy, hadir di Indonesia melalui Snoopy Run Indonesia 2026 yang digelar di...
Ilustrasi - Penjual buah Thailand viral pakai kostum badut saat berjualan

Jualan Rujak Pakai Kostum Badut Nyentrik, Lapak Buah di...

Ayutthaya, ELRolumNews — Berjualan buah di pinggir jalan mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana kalau penjualnya memakai kostum badut...

More

Recomended

Read More