Bank Indonesia Umumkan Cadangan Devisa Mei 2026: USD144,9 Miliar, Turun 1,3 Miliar dari April, Posisi Terendah Sejak Juni 2024!

Jakarta, ElrolumNews – Bank Indonesia (BI) merilis data cadangan devisa (cadev) Indonesia pada Mei 2026 yang menunjukkan penurunan signifikan. Posisi cadangan devisa tercatat sebesar USD144,9 miliar pada akhir Mei 2026, turun dibandingkan posisi akhir April 2026 yang sebesar USD146,2 miliar .

Posisi ini merupakan yang terendah sejak Juni 2024, di mana saat itu cadangan devisa berada di level USD144,7 miliar. Dalam satu bulan, cadev tergerus sekitar USD1,3 miliar atau setara dengan lebih dari Rp23 triliun (asumsi kurs Rp18.000).

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa penurunan cadangan devisa dipicu oleh beberapa faktor utama :

- Advertisement -
NoPenyebabPenjelasan
1Intervensi BI di Pasar ValasBI masuk pasar untuk stabilkan rupiah di tengah tekanan geopolitik dan aliran modal keluar
2Pelunasan Utang Luar Negeri (ULN)Pemerintah melakukan pembayaran utang jatuh tempo dalam mata uang asing
3Capital Outflow (Arus Keluar Modal)Investor asing menarik dana dari pasar SBN dan SRBI karena ketidakpastian global
4Permintaan Valas Domestik TinggiPerusahaan-perusahaan masih membutuhkan dolar AS untuk pembayaran impor

“Penurunan posisi cadangan devisa tersebut antara lain dipengaruhi oleh langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia serta pelunasan utang luar negeri pemerintah,” ujar Ramdan Denny dalam siaran persnya, Selasa (9/6/2026).

Meski turun ke level terendah dalam dua tahun, BI memastikan bahwa cadangan devisa saat ini masih memadai.

“Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah,” jelas Ramdan.

Angka ini masih berada di atas standar kecukupan internasional yang umumnya sekitar 3 bulan impor. Dengan demikian, Indonesia masih memiliki bantalan likuiditas yang cukup untuk menghadapi gejolak global.

Perbandingan Cadangan Devisa 2024-2026

PeriodeCadangan DevisaPerubahan
Juni 2024USD144,7 miliar
April 2026USD146,2 miliar+1,5 M (vs Jun 24)
Mei 2026USD144,9 miliar-1,3 M (vs Apr 26)

Pengamat ekonomi, Faisal Basri, menilai bahwa penurunan cadangan devisa di tengah tekanan rupiah adalah hal yang wajar.

“Ini adalah harga yang harus dibayar untuk menjaga stabilitas. BI menggunakan amunisi forex-nya untuk menahan rupiah agar tidak jatuh lebih dalam,” ujarnya.

Ia juga menilai selama cadev masih di atas 3 bulan impor, posisi Indonesia masih tergolong aman. “Yang perlu diwaspadai adalah tren penurunannya. Jika terus terjadi tanpa diimbangi peningkatan ekspor, ini bisa jadi sinyal bahaya,” imbuhnya.

Setelah rilis data cadangan devisa, rupiah bergerak melemah tipis. Pada pukul 14.30 WIB, rupiah tercatat di level Rp18.264 per dolar AS, atau melemah sekitar 0,02 persen dari posisi pagi hari. Pasar tampak masih mencerna kombinasi antara kebijakan suku bunga BI yang naik dan penurunan cadangan devisa.

(*/dbs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Harga Minyak Naik Tipis di US$79,48, Pasar Cermati Negosiasi...

Jakarta, ElrolumNews — Harga minyak dunia bergerak naik tipis pada perdagangan Rabu (5/8) pagi, setelah mengalami penurunan tajam...

Perry Warjiyo Resmi Mundur dari Gubernur BI karena Alasan...

Jakarta, Elrolumnews — Kabar mengejutkan datang dari Bank Indonesia. Gubernur Perry Warjiyo secara resmi mengundurkan diri dari...

Harga Beras Masih Bertahan di Rp15.499 per Kg, Bapanas:...

Jakarta, elrolumNews – Harga beras di tingkat konsumen masih bertahan di level tinggi pada pekan kedua Juli 2026....

More

Recomended

Read More