Manado, ElrolumNews — SMK Negeri 6 Manado resmi menerapkan sistem digitalisasi untuk absensi guru. Mulai Senin (24/8/2026), para guru tidak lagi menggunakan absen manual, melainkan menggunakan absensi wajah (face recognition) untuk mencatat kehadiran saat masuk dan pulang sekolah.

Kepala SMK Negeri 6 Manado, Altje Salele, S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa penerapan teknologi ini merupakan bagian dari upaya sekolah mengikuti era digitalisasi. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan tertib administrasi, kedisiplinan guru, dan akurasi data kehadiran.
“Dengan absen wajah, kami ingin tertib administrasi semakin baik. Guru lebih disiplin waktu dan data kehadiran lebih akurat. Ini langkah SMKN 6 Manado masuk era digital,” ujarnya di dampingi Pengawas Bina Dr. Djon Ondang, M.Pd, Senin (24/8/2026) .
Penerapan absensi wajah di SMK Negeri 6 Manado memberikan sejumlah manfaat signifikan:
Meningkatkan Kedisiplinan Guru — Sistem face recognition memastikan kehadiran guru tercatat secara real-time dan akurat, sehingga mendorong kedisiplinan waktu.
Data Kehadiran Lebih Akurat — Dengan teknologi pengenalan wajah, risiko manipulasi data kehadiran dapat diminimalkan.
Efisiensi Administrasi — Absensi manual yang memakan waktu dan rentan kesalahan kini digantikan dengan sistem otomatis yang lebih efisien.
Langkah Nyata Menuju Digitalisasi — Penerapan ini menjadi bukti komitmen SMK Negeri 6 Manado dalam mengikuti perkembangan teknologi.
Ketua Boga Sulut berharap penerapan sistem ini segera diluncurkan secara resmi (launching) dalam waktu dekat. “Melalui sistem ini, pelayanan pendidikan semakin optimal dan menjadi contoh bagi sekolah lain di Kota Manado,” tandasnya .
Dengan langkah ini, SMK Negeri 6 Manado menjadi salah satu sekolah yang berani berinovasi dan beradaptasi dengan teknologi digital, sekaligus menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Sulawesi Utara.
(er/zn)





