IHSG Ditutup Menguat 2,71% ke 5.902, 571 Saham Menghijau, Investor Asing Mulai Masuk Lagi!

Jakarta, ElrolumNews – Kabar baik datang dari lantai bursa. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (10/6/2026) ditutup menguat signifikan. Para investor memberikan apresiasi atas kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah dan Bank Indonesia dalam menghadapi gejolak pasar keuangan domestik .

IHSG ditutup menguat 155,73 poin atau 2,71 persen ke posisi 5.902,38. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 20,16 poin atau 3,54 persen ke posisi 589,48 .

Dari total saham yang diperdagangkan, sebanyak 571 saham naik, 148 saham menurun, dan 96 saham tidak bergerak nilainya. Artinya, hampir 70 persen saham yang diperdagangkan berada di zona hijau .

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 3.105.109 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 46,67 miliar lembar saham senilai Rp31,72 triliun .

Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menjelaskan bahwa rebound IHSG berlanjut antara lain didukung oleh koreksi harga minyak mentah dunia serta penguatan nilai tukar rupiah.

“Selain itu, investor domestik mengapresiasi mulai adanya respons pemerintah menghadapi gejolak pasar modal Indonesia,” ujar Ratna dalam analisisnya di Jakarta .

Pada Selasa (9/6/2026), telah dilakukan pembahasan antara DPR RI, Danantara Indonesia, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BPJS, serta asuransi BUMN soal rencana program buyback (pembelian kembali) saham-saham berkapitalisasi pasar besar (big caps) BUMN .

Program buyback ini diharapkan dapat menstabilkan harga saham-saham unggulan yang selama beberapa pekan terakhir mengalami tekanan berat akibat aksi jual investor asing .

Pada hari yang sama, Bank Indonesia menaikkan tingkat suku bunga acuannya sebesar 25 bps ke level 5,50 persen, melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) Mingguan. Kenaikan BI-Rate memberikan dampak terhadap kurs rupiah yang menguat 114,00 poin atau 0,63 persen ke posisi 17.944 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (10/6/2026) .

Meskipun pemerintah resmi menaikkan harga BBM nonsubsidi Pertamax menjadi Rp16.250 per liter pada hari yang sama, pasar seolah mengabaikan kebijakan tersebut. Investor justru melihat kenaikan harga BBM nonsubsidi sebagai langkah positif bagi kesehatan fiskal pemerintah di tengah tekanan ekonomi global .

“Transmisi kebijakan kenaikan harga BBM non-subsidi dinilai baik oleh pelaku pasar terhadap fiskal pemerintah, ditambah risiko sosial politik yang masih terkendali,” ujar Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova .

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, semua atau sebelas sektor menguat pada perdagangan hari ini. Berikut rinciannya:

  • Sektor Transportasi & Logistik naik 4,43 persen (penguatan tertinggi)

  • Sektor Teknologi naik 3,57 persen

  • Sektor Properti & Real Estat naik 3,17 persen

  • Sektor Barang Konsumen Non-Primer naik 3,03 persen

  • Sektor Energi naik 2,93 persen

  • Sektor Industri naik 2,55 persen

  • Sektor Infrastruktur naik 2,45 persen

  • Sektor Keuangan naik 2,41 persen

  • Sektor Bahan Baku naik 1,72 persen

  • Sektor Barang Konsumen Primer naik 1,64 persen

  • Sektor Kesehatan naik 1,35 persen

Saham-saham berkapitalisasi besar (big cap) juga kompak menghijau. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) naik 4,12 persen, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) naik 3,89 persen, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) naik 2,76 persen, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) naik 2,45 persen, dan PT Astra International Tbk (ASII) naik 2,18 persen .

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata menilai reli ini berhasil menghentikan kepanikan pasar untuk sementara. Namun, ia mengingatkan bahwa faktor-faktor yang memicu tekanan sebelumnya belum sepenuhnya hilang.

“Faktor-faktor tersebut antara lain arus keluar dana asing yang masih terjadi, meningkatnya sovereign risk premium, serta kekhawatiran terhadap kondisi fiskal ke depan,” ujar Liza .

Ia memproyeksikan bahwa IHSG akan menghadapi tantangan terdekat di sekitar level 5.900 (Resistance MA10) dengan support di level 5.550.

“Meskipun terjadi reli, investor tetap perlu waspada karena volatilitas pasar masih tinggi. Pasar masih akan mencari kepastian lebih lanjut mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah ke depan,” pungkasnya.

(*/dbs)

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

spot_img

Dijual Rumah - Nego langsung dengan pemilik-Tanpa Perantara

Rumah di Mountain view residen blok c1 no 9 paniki bawah kota manado - Asri, lokasi strategis dekat bandara, dekat pusat bisnis -Nego langsung dengan pemilik - tanpa perantara - SHM - Luas bangunan 125m2, luas tanah 330 m2, 4 kamar, 2 kamar mandi, ruang tamu, ruang keluarga, air perumahan, listrik 5500 watt, carport, security 24/7 - yang berminat bisa menghubungi:
Pemilik: wa: 0811439028

More like this

Bursa Eropa Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah! Damai AS-Iran...

London, ElrolumNews – Kabar baik datang dari pasar keuangan Eropa. Bursa ekuitas kawasan ini kembali mencatatkan rekor tertinggi...

IHSG Ditutup Sesi I Melambung 5,03% ke 6.309, Investor...

Jakarta, ELrolumNews - Pasar saham Indonesia dibuka dengan luar biasa cemerlang pada perdagangan Senin (15/6/2026). Indeks Harga Saham...

Investor Kembali Borong Saham Chip, KOSPI Korea Selatan Langsung...

Jakarta, ElrolumNews – Pasar saham Asia bangkit dengan gagah perkasa pada Selasa (9/6/2026) setelah sebelumnya terperosok dalam aksi...

More

Recomended

Read More