Rupiah Melemah ke Rp17.663,8 Usai Pelantikan Menkeu Baru! Analis: Faktor Eksternal Lebih Dominan

Jakarta, ElrolumNews — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan pada penutupan perdagangan Senin (14/9/2026). Rupiah melemah 0,46% ke level Rp17.663,8 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp17.583 .

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 0,33% ke posisi Rp17.669 per dolar AS. Sementara itu, kurs JISDOR Bank Indonesia berada di level Rp17.655 per dolar AS .

Analis Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah hari ini tidak terlalu terpengaruh oleh penggantian Menteri Keuangan. Menurutnya, pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh faktor eksternal.

“Kondisi di Timur Tengah yang membuat jalur distribusi minyak makin terbatas memicu sentimen negatif pasar. Kelompok Houthi semakin memperkuat posisinya terhadap Selat Bab el-Mandeb, sehingga jalur pasokan minyak penting di Timur Tengah ini tertutup,” ujar Ibrahim .

Ia menambahkan bahwa ekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan September semakin kuat, mencapai 88 persen. Hal ini turut mendorong penguatan dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah .

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah turut mendorong harga minyak mentah dunia kembali melonjak. Harga minyak Brent berada di level **US$107 per barel** pada perdagangan Senin, naik dari posisi sebelumnya di US$105 per barel. Kenaikan harga minyak ini meningkatkan kebutuhan valuta asing untuk impor, sehingga menambah tekanan pada rupiah .

Meskipun rupiah melemah, pasar keuangan domestik justru merespons positif pelantikan Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan. IHSG yang sempat anjlok 2,5% berhasil berbalik arah dan ditutup hanya turun 0,10% ke level 6.534,69 .

“Pasar tampaknya merespons cukup positif karena Suahasil Nazara merupakan figur yang sudah sangat familiar dengan pengelolaan fiskal dan struktur Kementerian Keuangan, sehingga ada ekspektasi continuity kebijakan tetap terjaga,” ujar Pengamat Pasar Modal Elandry Pratama .

Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah masih berpotensi melemah dalam jangka pendek, tergantung pada perkembangan konflik di Timur Tengah dan keputusan The Fed pada pertemuan September mendatang .

“Jika ketegangan di Timur Tengah mereda dan The Fed tidak menaikkan suku bunga, rupiah berpeluang menguat kembali ke kisaran Rp17.500-Rp17.600 per dolar AS,” pungkasnya .

(fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Presiden Prabowo melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan baru

Presiden Prabowo Lantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan Baru!

Jakarta, ELrolumNews — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) Republik Indonesia pada...
Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Presiden Deutsche Bundesbank Joachim Nagel menghadiri konferensi pers setelah pertemuan Dewan Gubernur ECB di wisma Deutsche Bundesbank di Berlin, Jerman, 10 September 2026.

ECB Naikkan Suku Bunga Lagi! Harga Minyak Tembus $100...

Frankfurt, ELrolumNews — Bank Sentral Eropa (ECB) kembali menaikkan suku bunga acuan pada Kamis (10/9/2026) untuk kedua kalinya...
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto

DJP Siapkan Penagihan Tunggakan Pajak Global di 2027! Bimo...

Jakarta, ELrolumNews — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mulai mempersiapkan implementasi penagihan tunggakan pajak global sebagai salah...

More

Recomended

Read More