Rupiah Melemah ke Rp17.721, Defisit Transaksi Berjalan Tembus US$12,5 Miliar! Analis: Tekanan Berlanjut ke Rp17.770

Jakarta, ElrolumNews — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada perdagangan Senin (24/8/2026). Berdasarkan data perdagangan pasar uang, rupiah melemah 0,15% ke level Rp17.721 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.694 per dolar AS .

Pelemahan ini mengakhiri tren penguatan rupiah dalam tiga hari perdagangan beruntun . Pada pembukaan perdagangan, rupiah sempat bergerak menguat tipis 0,03% ke posisi Rp17.690 per dolar AS, namun berbalik melemah sepanjang sesi perdagangan .

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi respons negatif pasar atas defisit transaksi berjalan Indonesia yang melebar signifikan pada triwulan II 2026 menjadi 12,5 miliar dolar AS atau 3,3% terhadap PDB.

Angka ini melonjak tajam dibandingkan defisit pada kuartal sebelumnya yang tercatat 3,6 miliar dolar AS atau 1% PDB . Pelebaran defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi sejumlah faktor yang diprakirakan bersifat temporer, salah satunya adalah kenaikan impor minyak sejalan dengan tingginya harga minyak dunia.

Meskipun transaksi berjalan mengalami pelebaran defisit, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) secara keseluruhan tetap terjaga . Pada triwulan II 2026, NPI mencatat defisit 900 juta dolar AS, jauh lebih rendah dibandingkan defisit 9,1 miliar dolar AS pada triwulan I 2026.

Perbaikan tersebut ditopang transaksi modal dan finansial yang berbalik mencatat surplus 12 miliar dolar AS, setelah pada triwulan sebelumnya mengalami defisit 4,8 miliar dolar AS.

Posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Juni 2026 tercatat sebesar 145,6 miliar dolar AS, setara dengan pembiayaan 5,6 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah . Angka tersebut berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

Salah satu komponen yang memperburuk defisit transaksi berjalan adalah defisit neraca jasa. Berdasarkan laporan Bank Indonesia, defisit transaksi jasa mencapai US$5,89 miliar pada kuartal II-2026, membengkak 34,21% dibandingkan kuartal sebelumnya yang sebesar US$4,39 miliar . Defisit tersebut menjadi yang terdalam dalam rangkaian data kuartalan sejak 2004.

Sumber terbesar defisit neraca jasa Indonesia berasal dari transportasi, terutama jasa pengangkutan barang atau freight. Pada kuartal II-2026, neraca jasa transportasi mencatat defisit US$2,50 miliar . Pembayaran penggunaan kekayaan intelektual, seperti lisensi, royalti, merek dagang, dan teknologi, juga mencatat defisit US$591 juta.

Kepala Ekonom Bank Danamon Irman Faiz menilai pelebaran defisit transaksi berjalan menandakan semakin besarnya kebutuhan pembiayaan Indonesia dari luar negeri . Ketika CAD semakin lebar, semakin besar pula kebutuhan permintaan struktural terhadap mata uang asing, yang harus dibiayai oleh Foreign Direct Investment (FDI) maupun portfolio inflows.

Irman Faiz memperkirakan level Rp18.000 per dolar AS masih mungkin kembali diuji, terutama apabila tekanan global kembali meningkat atau inflow asing tidak cukup besar untuk menutup kebutuhan pembiayaan eksternal .

“Baseline kami masih melihat USD/IDR akhir tahun di kisaran Rp17.900-18.150, sehingga Rp18.000 bukan merupakan tail-risk scenario, tetapi masih berada dalam range fundamental kami,” tuturnya.

Dari eksternal, pelemahan rupiah juga dipicu oleh penguatan indeks dolar AS yang didorong data aktivitas jasa AS yang kuat dan tingginya imbal hasil obligasi pemerintah AS . Ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara AS dan Iran yang kembali memuncak di Selat Hormuz juga menambah tekanan terhadap rupiah .

Ibrahim memproyeksikan pada perdagangan Selasa (25/8/2026), rupiah masih akan bergerak fluktuatif tetapi ditutup melemah pada rentang Rp17.720—Rp17.770 per dolar AS.

(*/fvs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde dan Presiden Deutsche Bundesbank Joachim Nagel menghadiri konferensi pers setelah pertemuan Dewan Gubernur ECB di wisma Deutsche Bundesbank di Berlin, Jerman, 10 September 2026.

ECB Naikkan Suku Bunga Lagi! Harga Minyak Tembus $100...

Frankfurt, ELrolumNews — Bank Sentral Eropa (ECB) kembali menaikkan suku bunga acuan pada Kamis (10/9/2026) untuk kedua kalinya...
Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bimo Wijayanto

DJP Siapkan Penagihan Tunggakan Pajak Global di 2027! Bimo...

Jakarta, ELrolumNews — Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mulai mempersiapkan implementasi penagihan tunggakan pajak global sebagai salah...
Rupiah melemah ke Rp17.646, IHSG turun, dan harga emas Antam turun tipis

Rupiah Melemah Tipis ke Rp17.646, IHSG Fluktuatif! Harga Emas...

Jakarta, ELrolumNews — Pasar keuangan Indonesia memulai pekan dengan sentimen beragam. Rupiah melemah tipis ke Rp17.646 per dolar...

More

Recomended

Read More