Saham-Saham Kompak Menghijau! IHSG Melesat 4,82% ke 5.599 usai BI Naikkan Suku Bunga Jadi 5,5%!

Jakarta, ElrolumNews – Pasar saham Indonesia merespons positif kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada jeda siang perdagangan Selasa (9/6/2026) melesat 4,82 persen atau 257,6 poin ke level 5.599,74 .

Indeks sempat menyentuh level tertinggi di angka 5.627,58 pada sesi pertama perdagangan. Level terendah tercatat di 5.318,15 .

Sebelumnya, IHSG dibuka menguat tipis 0,05 persen atau 2,68 poin ke level 5.344,68 pada awal perdagangan . Namun, setelah pengumuman BI Rate naik menjadi 5,50%, pasar merespons dengan lonjakan signifikan.

“Ini adalah respons positif pasar terhadap komitmen BI dalam menjaga stabilitas rupiah. Investor asing melihat langkah ini sebagai bentuk keberanian bank sentral untuk mengambil tindakan tegas,” ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Setelah beberapa waktu mencatatkan net sell (penjualan bersih), pada perdagangan Selasa ini investor asing mulai masuk. Dalam sesi pertama, asing mencatatkan net buy sebesar Rp1,2 triliun .

Mayoritas saham yang diburu asing adalah saham-saham sektor perbankan (BBCA, BBRI, BMRI, BBNI) dan sektor energi yang dianggap akan diuntungkan dengan stabilitas nilai tukar.

Berikut pergerakan beberapa saham unggulan pada jeda siang perdagangan:

Kode SahamHargaPerubahanKeterangan
BBCARp9.675+5,12%Bank raksasa kembali digeber
BBRIRp4.820+6,23%Pemberi KUR terbesar ikut terbang
BMRIRp6.350+4,89%Bank pelat merah berbunga
TLKMRp3.210+3,45%Saham telekomunikasi ikut menghijau
ASIIRp4.575+2,87%Astra kompak menguat

 

Tim Analis Phintraco Sekuritas sebelumnya memperkirakan IHSG berpotensi menguji support di level 5.100 jika tekanan terus berlanjut . Namun, dengan respons positif pasar pasca kenaikan suku bunga, proyeksi tersebut kini direvisi.

“Jika momentum ini terus berlanjut, IHSG berpeluang menguji resistance 5.800 dalam waktu dekat. Sentimen positif dari dalam negeri seperti kenaikan BI Rate yang berani bisa meredam sentimen negatif dari eksternal,” tulis laporan Phintraco yang diperbarui sesaat setelah pengumuman BI.

Volume transaksi pada sesi pertama tercatat mencapai 17,2 miliar saham dengan nilai transaksi Rp8,5 triliun—jauh di atas rata-rata harian bulan lalu yang hanya Rp5,2 triliun .

Meskipun Bank Indonesia merilis data cadangan devisa yang turun menjadi USD144,9 miliar pada Mei 2026 dari sebelumnya USD146,2 miliar , investor tampaknya mengabaikan data tersebut.

“Investor lebih fokus pada kebijakan antisipatif BI, bukan data masa lalu. Kenaikan suku bunga adalah langkah kredibel untuk membendung capital outflow,” ujar Analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Irfan Hidayat.

(*/dbs)

Share:

Tinggalkan Komentar

Please enter your comment!
Please enter your name here

More like this

Perbandingan instrumen reksadana pasar uang dan saham menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam membangun portofolio 2026

Reksadana Pasar Uang vs Saham: Mana Lebih Untung di...

Pasar Modal & Investasi, ELrolumNews – Di tengah volatilitas pasar 2026, banyak investor bingung memilih antara reksadana...
Visualisasi aset crypto unggulan 2026 yang direkomendasikan untuk portofolio investasi jangka panjang

Crypto 2026: Bitcoin dan Altcoin Terbaik untuk Portofolio Jangka...

Pasar Modal & Investasi, ELrolumNews – Pasar crypto kembali menunjukkan sinyal positif di 2026. Bitcoin (BTC) diperdagangkan...
Seorang investor muda menganalisis pergerakan saham di tengah volatilitas IHSG 2026, menggambarkan semangat generasi baru dalam memasuki pasar modal Indonesia.

5 Strategi Investasi Saham Pemula di Tengah Volatilitas IHSG...

Pasar Modal & Investasi, ELrolumNews – Tahun 2026 menjadi tahun yang menantang bagi investor saham pemula di...

More

Popular

Read More